Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

PERIKANAN · 28 Okt 2024 17:29 WIB

1,5 Ton Ikan Mati Mendadak, Analisis DKPP Akibat Over Kapasitas


 1,5 Ton Ikan Mati Mendadak, Analisis DKPP Akibat Over Kapasitas Perbesar

Sebanyak 1,5 ton ikan budidaya keramba jaring apung di Sungai Kunyit Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar, mendadak mati pada Senin (28/10/2024).

Ikan tersebut berada dalam tiga keramba milik pembudidaya dan sudah dalam kondisi siap panen.

“Kematian ikan yang ada di sungai kunyit aliran riam kanan itu ada jenis ikan Bawal sekitar 600 kilo dan Nila 900 kilo, semuanya sudah siap panen dan sudah bisa dijual,” ungkap Kabid Perikanan Budidaya Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Bandi Chairullah, sesaat setelah mengunjungi lokasi.

Kematian ikan budidaya secara mendadak tersebut lanjut Bandi, disebabkan kondisi kualitas air yang mengalami penurunan.

“Berdasarkan hasil pengambilan sampel di beberapa titik, oksigen terlarut di perairan budidaya tersebut hanya di angka 0,7 dan 1,9 mg/L. Namun untuk PH masih normal,” ujarnya.

Dijelaskannya, kualitas air yang berkurang itu disebabkan menurunnya debit air dan padatnya keramba yang terpasang.

“Secara analisis kami, kondisi kepadatan keramba sudah over kapasitas. Kondisi sungai yang lebar 80 meter dengan kedalaman 3 hingga 5 meter terpasang ribuan keramba dan padat tebar pembudidaya juga ada yang mencapai 20 ribu ekor untuk satu keramba ukuran 8×8 meter,” jelasnya.

Sambung Bandi, dengan kondisi aliran sungai dan kepadatan keramba, ideal untuk tebar benih hanya di 5.000 hingga 10.000 ekor untuk satu keramba.

“Lebar sungai sudah nyaris tertutub dengan keramba, tentunya oksigen terlarut di air akan terbagi karena arus tidak lancar,” tambahnya.

Kematian ikan di keramba jaring apung dengan jumlah besar seperti ini, dikatakan Bandi hampir setiap tahun dialami pembudidaya yang berada di aliran sungai riam kanan. Karena itu, tingkat kesadaran tentang bagaimana berbudidaya ikan yang baik harus diperhatikan.

“Juga tata kelola lingkungan perairan agar kawasan budidaya dapat berlangsung baik dan lestari. Bangun kesadaran bersama akan jumlah keramba dan tebar benih, jangan yang over kapasitas sehingga daya dukung kesuburan perairan dapat terjaga dengan baik,” imbuhnya.

Untuk ikan yang sudah mati, Bandi juga mengingatkan pembudidaya agar tidak membuang kembali ke aliran sungai karna dapat menambah penurunan kualitas air.

Meminimalisir kembali terjadinya kematian ikan, pembudidaya dapat mengantisipasi dengan menambahkan oksigen ke dalam air menggunakan aerator.

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Kampanyekan Gemar Makan Ikan, Dislautkan Kalsel & Komisi II DPRD Tinjau Budidaya Haruan di HST

31 Juli 2026 - 07:34 WIB

Sebarkan Surat Edaran, DKPP Banjar Minta Pembudidaya Ikan Bijak Gunakan Air Selama Kemarau

22 Juli 2026 - 16:26 WIB

Selamatkan Budidaya Ikan dari Ancaman Kekeringan, Pemkab Banjar Tambah Debit Air Sungai Riam Kanan Selama Dua Pekan

22 Juli 2026 - 16:22 WIB

Perkuat Sinergi dengan Warga Banjar di Malaysia, Prodi Teknologi Hasil Perikanan ULM Gelar PKM Internasional

21 Juli 2026 - 05:45 WIB

Cegah Kematian Ikan, DKPP Banjar Pantau Kualitas Air Keramba Jala Apung Saat Musim Kemarau

7 Juli 2026 - 16:25 WIB

Dorong Kreativitas dalam Mengolah Hasil Perikanan, Pemkab Kotabaru Gelar Lomba Masak Serba Ikan

10 Juni 2026 - 15:41 WIB

Trending di ADVERTORIAL