Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

ADVERTORIAL · 7 Jul 2026 16:25 WIB

Cegah Kematian Ikan, DKPP Banjar Pantau Kualitas Air Keramba Jala Apung Saat Musim Kemarau


 Cegah Kematian Ikan, DKPP Banjar Pantau Kualitas Air Keramba Jala Apung Saat Musim Kemarau Perbesar

Ricek.ID – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar perketat pemantauan kualitas air di sejumlah sentra budidaya ikan keramba jala apung saat memasuki musim kemarau. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi dini terhadap potensi penurunan kualitas air yang dapat memicu kematian ikan dan merugikan para pembudidaya.

Pemantauan dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Perikanan Budidaya DKPP Kabupaten Banjar, Bandi Chairullah, di kawasan budidaya Sungai Arfat dan Desa Mali-Mali. Pemeriksaan difokuskan pada sejumlah parameter penting, seperti kadar oksigen terlarut (Dissolved Oxygen/DO), tingkat keasaman (pH), suhu air, hingga kedalaman sungai yang mulai menyusut akibat berkurangnya curah hujan.

Hasil pengukuran di wilayah hilir Sungai Arfat menunjukkan kadar oksigen terlarut hanya sekitar 1 mg/liter, dengan suhu air mencapai 29,7 derajat Celsius, pH 6, serta kedalaman sungai berkisar 1,5–3 meter. Kondisi tersebut mengindikasikan kualitas air mulai mengalami penurunan.

Sementara itu, hasil pemantauan di Desa Mali-Mali pada sore hari memperlihatkan kondisi yang lebih mengkhawatirkan. Kadar oksigen terlarut berada di kisaran 0,61–1,3 mg/liter, pH tetap 6, kedalaman sungai tinggal 1–2,5 meter, dan permukaan air tercatat telah turun sekitar dua meter dari kondisi normal. Tingkat kecerahan air juga berada pada kisaran 75–102 sentimeter.

Bandi Chairullah menjelaskan, rendahnya kadar oksigen terlarut menjadi ancaman serius bagi ikan yang dipelihara di keramba. Apabila kondisi tersebut berlangsung dalam waktu lama, ikan dapat mengalami stres, kesulitan bernapas, hingga berisiko mengalami kematian massal.

“Sejak Mei hingga Juni kami telah melakukan sosialisasi kepada para pembudidaya mengenai potensi dampak musim kemarau. Kami mengimbau agar panen dipercepat sebelum debit air turun drastis dan menghindari penebaran benih dengan kepadatan tinggi agar kebutuhan oksigen ikan tetap tercukupi,” ujarnya.

Bandi menambahkan pemantauan lapangan akan terus dilakukan selama musim kemarau berlangsung sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga keberlangsungan usaha budidaya ikan di Kabupaten Banjar.

Dampak penurunan kualitas air mulai dirasakan para pembudidaya. Salah satunya Salmi, pembudidaya ikan di Desa Mali-Mali, yang mengaku permukaan air sungai telah turun sekitar dua meter sehingga kandungan oksigen di dalam air semakin berkurang.

Menurutnya, ikan bawal yang dipeliharanya mulai menunjukkan tanda-tanda kekurangan oksigen. Untuk menghindari kerugian lebih besar, ia memutuskan melakukan panen lebih awal.

Sekitar 500 kilogram ikan bawal berhasil dipanen dan langsung dipasarkan sebelum mengalami kematian.

“Alhamdulillah masih sempat dipanen. Kalau terlambat beberapa hari saja, kemungkinan ikannya sudah mati karena oksigen di air sangat rendah,” ungkap Salmi.

DKPP Kabupaten Banjar mengimbau seluruh pembudidaya ikan agar terus memantau perubahan kondisi perairan selama musim kemarau. Melalui pemantauan rutin, koordinasi dengan pembudidaya, serta langkah antisipatif sejak dini, pemerintah berharap risiko kematian ikan dapat ditekan sehingga produktivitas budidaya dan pendapatan masyarakat tetap terjaga.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

WKRI Kotabaru Jadi Pelaksana Pertemuan Rutin GOW, Angkat Tema Peran Perempuan Menjaga Lingkungan

7 Juli 2026 - 19:00 WIB

Kafilah MTQ Ukir Prestasi Gemilang, Pemkab Kotabaru Serahkan Bonus & Kukuhkan Pengurus LPTQ 2025-2029

7 Juli 2026 - 18:55 WIB

Tegakkan Disiplin ASN, Pemkab Kotabaru Terapkan PP 94/2021 & Optimalkan Aplikasi I-DIS

7 Juli 2026 - 18:51 WIB

Matangkan Persiapan Kalsel Expo 2026, Disdag Inginkan Masyarakat Dapatkan Manfaat Ekonomi

7 Juli 2026 - 18:22 WIB

Pemprov Kalsel Luncurkan Layanan Transportasi Publik Shuttle Bus Perkantoran & Bus Listrik Di Harjad Ke-76

7 Juli 2026 - 18:19 WIB

Jadi Penggerak Ekonomi Daerah, Pemprov Kalsel Dorong Penguatan Industri Batu Mulia & Intan

7 Juli 2026 - 18:15 WIB

Trending di ADVERTORIAL