Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

EKOBIS · 15 Mei 2025 19:59 WIB

Kesenjangan Ekonomi Jadi Catatan dalam Musrenbang RPJMD Pemkab Banjar


 Bupati Banjar H Saidi Mansyur saat sambutan dalam Musrenbang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), di Ballroom Hotel Rodhita Banjarbaru, Kamis (15/5/2025). foto-haris Perbesar

Bupati Banjar H Saidi Mansyur saat sambutan dalam Musrenbang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), di Ballroom Hotel Rodhita Banjarbaru, Kamis (15/5/2025). foto-haris

Riceknews.idIsu kesenjangan ekonomi serta minimnya akses modal dan pelatihan di Kabupaten Banjar menjadi sorotan utama yang perlu diatasi pemerintah daerah dalam periode kepemimpinan 2025-2029.

Bupati Banjar, Saidi Mansyur, mengungkapkan empat isu penting berdasarkan hasil survei Indeks Harmoni Indonesia (IHI) oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, meliputi dimensi ekonomi, sosial, budaya, dan keberagamaan.

“Hasil survei Indeks Harmoni Indonesia (IHI) untuk Kabupaten Banjar terhadap empat dimensi (ekonomi, sosial, budaya, dan keberagamaan) menunjukkan nilai yang baik, kecuali pada dimensi ekonomi,” ujar Saidi dalam sambutannya di acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di Ballroom Hotel Rodhita Banjarbaru, Kamis (15/5/2025).

Saidi menjelaskan lebih lanjut bahwa isu ekonomi di Kabupaten Banjar mendapatkan status “cukup” dalam survei tersebut, terutama disebabkan oleh adanya kesenjangan ekonomi serta keterbatasan akses terhadap modal dan pelatihan bagi masyarakat.

“Hal ini menjadi catatan penting yang perlu kita rumuskan dalam RPJMD,” lanjutnya.

Ia menambahkan, survei IHI juga memberikan rekomendasi upaya yang dapat dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banjar dalam menangani isu ekonomi tersebut.

“Rekomendasinya adalah program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis UMKM, bantuan modal usaha produktif untuk keluarga rentan ekonomi, serta pelatihan kewirausahaan dan literasi keuangan,” tambahnya.

Meskipun demikian, usai acara dan saat dikonfirmasi lebih lanjut mengenai isu tersebut, Saidi menjelaskan bahwa hasil penilaian terkait isu ekonomi tersebut hanya menjadi perhatian bagi pemerintah daerah.

“Kalau kondisi ekonomi secara absolut di tempat kita sebenarnya cukup bagus, tapi hasil survei ini menjadi perhatian kita saja,” singkatnya.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Likuiditas Perbankan Himbara Diperkuat untuk Menjaga Pertumbuhan Ekonomi & Keberlanjutan Usaha

26 Juni 2026 - 19:37 WIB

Menteri ESDM Pastikan Sudah Tuntas Atasi Kendala Pasokan Batu Bara

26 Juni 2026 - 18:16 WIB

Menteri ESDM Panggil Dirut PGN Usai Kenaikan Harga Gas Industri

26 Juni 2026 - 18:11 WIB

Pemerintah Tanggung Biaya PPN Tiket Pesawat selama Libur Sekolah

26 Juni 2026 - 18:08 WIB

Diskominfo Kalsel Siap Dukung Lion Air Publikasikan Pembukaan Rute Internasional Banjarmasin–Kuala Lumpur

25 Juni 2026 - 21:58 WIB

Tinjau Perusahaan Baja asal Tiongkok, Purbaya Tegaskan Komitmen Pemerintah Ciptakan Industri yang Sehat

25 Juni 2026 - 21:53 WIB

Trending di EKOBIS