Menu

Mode Gelap
Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes

Kab. Banjar · 7 Des 2025 19:12 WIB

Ariq Qobus Asal Banjar Raih Gelar Nanang Kebudayaan Kalsel 2025


 Ariq Qobus Asal Banjar Raih Gelar Nanang Kebudayaan Kalsel 2025 Perbesar

Banjarbaru, Ricek.ID – Muhammad Ariq Qobus resmi dinobatkan sebagai Nanang Kebudayaan Kalimantan Selatan 2025 dalam malam Grand Final yang berlangsung di Lapangan Murjani, Banjarbaru, Sabtu (6/12/2025).

Bersaing dengan finalis dari berbagai kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, Ariq tampil konsisten sejak babak penyisihan hingga menembus 10 besar (Top 10). Penampilan puncaknya sukses memikat dewan juri dan mengantarkannya meraih gelar tertinggi.

Kunci kemenangan Ariq tidak hanya terletak pada penampilan fisiknya, tetapi juga wawasan kebudayaan yang mendalam serta kemampuan mengomunikasikan nilai-nilai budaya Banjar dengan lugas. Ia dinilai berhasil merepresentasikan karakter duta budaya yang matang, beretika, dan berkarisma.

Bawakan Seni Cirang Menyirang

Dalam sesi unjuk bakat, Ariq bersama pasangannya menampilkan “Cirang Menyirang”, sebuah seni tradisi Banjar yang sarat akan filosofi.

“Kami menampilkan Cirang Menyirang, sebuah seni yang memadukan gerak dan makna. Alhamdulillah, penampilan ini mendapat apresiasi besar,” ungkap Ariq usai penobatan.

Kemenangan ini sekaligus mempertegas posisi Kabupaten Banjar sebagai salah satu daerah dengan pembinaan sumber daya manusia (SDM) kebudayaan terbaik di Kalsel.

Pesan Moral Seorang Nanang

Menanggapi kemenangannya, Ariq tak lupa memanjatkan syukur dan berterima kasih kepada pihak-pihak yang mendukungnya.

“Alhamdulillah, luar biasa. Syukur kami panjatkan kepada Allah, terutama kepada orang tua yang selalu mendampingi proses ini sejak awal,” ujarnya dengan haru.

Lebih jauh, Ariq menekankan bahwa gelar Nanang bukan sekadar predikat, melainkan tanggung jawab moral. Menurutnya, seorang duta budaya harus memiliki integritas perilaku.

“Nanang bukan hanya tentang melestarikan kebudayaan, tetapi juga bagaimana kita mampu menunjukkan perilaku yang baik. Kita harus menjadi contoh, bukan hanya untuk masyarakat, tetapi juga untuk diri sendiri,” tegasnya.

Ke depan, Ariq berkomitmen menjalankan amanah ini sesuai visi dan misi yang ia pegang. Ia berharap dapat membawa pengaruh positif bagi generasi muda di Kalimantan Selatan.

“Saya ingin berjalan sesuai visi-misi Nanang: bagus beradat, berbudaya, dan berwibawa,” pungkasnya.

Pewarta: Haris Pranata

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

706 Pesilat Kalimantan Ramaikan Piala Bupati Banjar Cup 2026

8 Agustus 2026 - 18:18 WIB

Latih 125 Anggota PMR, PMI Banjar Tingkatkan Keterampilan Pertolongan Pertama

8 Agustus 2026 - 18:14 WIB

Warga Tak Sendiri, Pemkab Banjar Hadir Bantu Hadapi Musibah Kebakaran di Gambut

7 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Kwarcab Pramuka Kabupaten Banjar Lepas 60 Kontingen Menuju Jamnas XII

7 Agustus 2026 - 18:51 WIB

Siapkan Layanan Uji KIR Kendaraan Listrik, Dishub Banjar Usulkan Pengadaan Alat Khusus Tahun Depan

7 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Emban Jabatan Baru di Kejati Kalsel, Ini Rekam Jejak Jaksa Penggiat Keadilan Restoratif

6 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Trending di ADVERTORIAL