Menu ✖

Mode Gelap
Nasib Nelayan Labuan Mas Kotabaru, Puluhan Tahun Menanti Dermaga yang Tak Kunjung Dibangun Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti

Kab. Banjar · 24 Feb 2026 14:26 WIB

Distan Banjar Prioritaskan Hilirisasi Produk Pertanian Tahun 2026


 Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Martapura, Ricek.ID – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar menetapkan hilirisasi produk pertanian sebagai prioritas utama pada tahun 2026. Langkah ini diambil untuk mendorong transformasi petani menjadi pelaku usaha yang mandiri secara ekonomi, bukan sekadar pengolah lahan.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Distan Banjar, Retno Sri Muwarni, mengungkapkan arah kebijakan ini merupakan hasil evaluasi capaian kinerja tahun 2025 yang dinilai belum memenuhi target.

“Prioritas kami adalah memastikan hilirisasi produk pertanian di berbagai sektor yang kami naungi sampai ke masyarakat. Jika biasanya produk hanya terjual di pasar tradisional, kini kami upayakan agar bisa menembus pasar modern dan ritel,” ujar Retno saat ditemui di kantornya, Selasa (24/2/2026).

Plt Sekretaris Distan Banjar, Retno Sri Muwarni. foto: Haris Pranata (ricek.id)

Menurut Retno, ada beberapa faktor yang menyebabkan target kinerja sebelumnya tidak tercapai, di antaranya:

  • Faktor Iklim: Cuaca ekstrem dan bencana alam seperti banjir.
  • Pola Tanam: Jadwal tanam yang tidak teratur akibat kendala cuaca.
  • Motivasi Petani: Menurunnya semangat petani akibat fluktuasi harga jual.

“Semua hal itu saling berhubungan. Ketika harga jual turun, motivasi petani ikut menurun. Pola tanam yang berantakan karena iklim juga berdampak langsung pada hasil dan nilai jual,” jelasnya.

Melalui program hilirisasi, Distan Banjar berharap nilai jual produk pertanian meningkat sehingga kesejahteraan petani lebih terjamin. Retno memberikan contoh konkret mengenai inovasi yang diharapkan muncul dari para petani.

“Kami ingin petani menjadi pengusaha tani. Contohnya saat momen Ramadhan ini, ada petani yang mengemas beras dalam bentuk paket zakat fitrah siap saji. Inilah bentuk hilirisasi yang ingin kami capai agar nilai tambahnya dirasakan langsung oleh mereka,” pungkasnya.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

KKN UNISM di Desa Keramat Berakhir, Senam Sehat Berhadiah Pererat Kebersamaan Warga

4 November 2026 - 11:15 WIB

Pameran Manisnya Sulam Sugul Dorong Penguatan Ekonomi Perajin Perempuan Banjar

3 November 2026 - 19:20 WIB

Tingkatkan Kualitas Tata Kelola Data, Pemkab Banjar Gelar Pelatihan Geospasial

3 November 2026 - 19:18 WIB

Tingkatkan Perlindungan Anak, Pemkab Banjar Perkuat Sinergi Lintas Sektor

3 November 2026 - 19:15 WIB

Bupati Banjar Buka Latsar Satpol PP 2026, 101 Peserta dari 3 Instansi Ikuti Pelatihan Selama 11 Hari

3 November 2026 - 17:06 WIB

Polres Banjar Ungkap Dua Kasus Penggelapan & Satu Pencurian dengan Pemberatan

3 November 2026 - 16:00 WIB

Trending di HUKUM