Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

NASIONAL · 8 Jul 2026 18:16 WIB

Peringatan 50 Tahun Peluncuran Satelit Indonesia Jadi Momentum Perkuat Kedaulatan Antariksa


 Peringatan 50 Tahun Peluncuran Satelit Indonesia Jadi Momentum Perkuat Kedaulatan Antariksa Perbesar

Ricek.ID – Dalam mewujudkan kedaulatan Indonesia di bidang antariksa, peringatan 50 Tahun Satelit Indonesia menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan lima dekade dalam memperkuat komitmen pengembangan satelit nasional.

Selama 50 tahun terakhir, satelit telah menjadi salah satu fondasi penting pembangunan nasional, tidak hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi juga pendukung berbagai sektor strategis.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, dalam Peringatan 50 Tahun Satelit Indonesia bertema “Kedaulatan Digital dari Ruang Angkasa” di Kantor Pusat BRIN, Jakarta pada Rabu (8/7/2026).

Ia mengatakan Indonesia telah mencatat sejarah sebagai salah satu pelopor dalam pemanfaatan teknologi satelit di dunia melalui peluncuran Satelit Palapa.

“Hari ini kita melihat tonggak bersejarah perjalanan bangsa, 50 tahun satelit Indonesia. Lima dekade yang lalu Indonesia mencatat sejarah sebagai negara ketiga di dunia yang mengoperasikan sistem komunikasi satelit domestik melalui peluncuran Satelit Palapa,” katanya.

Menurut Arif, peluncuran Satelit Palapa bukan sekadar pencapaian di bidang teknologi, melainkan simbol tekad bangsa untuk mempersatukan Nusantara melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan inovasi.

“Satelit menghubungkan ribuan pulau, memperluas akses telekomunikasi, penyiaran, pendidikan, kesehatan, layanan pemerintahan hingga transaksi ekonomi digital,” ujarnya.

Arif menjelaskan, satelit penginderaan jauh juga menyediakan informasi strategis untuk pengelolaan sumber daya alam, ketahanan pangan, tata ruang, pemantauan hutan dan kelautan, mitigasi bencana, adaptasi perubahan iklim, serta pengawasan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kepala BRIN menambahkan, peran satelit kini telah berkembang jauh melampaui fungsi komunikasi. Satelit menjadi tulang punggung ekonomi digital dan mendukung hampir seluruh aktivitas ekonomi modern.

“Hampir seluruh aktivitas ekonomi modern bergantung pada layanan satelit, mulai dari konektivitas digital, perbankan, e-commerce, logistik, navigasi, hingga pelayanan publik berbasis teknologi,” katanya.

Arif juga menekankan data satelit menjadi fondasi penting dalam implementasi Satu Data Indonesia serta mendukung penyusunan kebijakan berbasis bukti.

“Data satelit juga menjadi fondasi implementasi Satu Data Indonesia, memperkuat pengambilan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy), serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui penyediaan informasi yang akurat, cepat, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, turut diluncurkan Perangko 50 Tahun Satelit Indonesia sebagai penanda peringatan lima dekade kiprah satelit nasional dalam mendukung pembangunan dan kedaulatan bangsa.

Setiap 9 Juli, Indonesia memperingati momentum bersejarah peluncuran Satelit Palapa A1 yang menjadi tonggak perkembangan komunikasi nasional. Palapa tidak hanya menghadirkan kemajuan teknologi, tetapi juga menjadi simbol persatuan bangsa. Nama “Palapa” diambil dari Sumpah Palapa Patih Gajah Mada yang mencerminkan tekad menyatukan Nusantara melalui jalinan komunikasi dari kota hingga pelosok.

Satelit Palapa A1 diluncurkan pada 8 Juli 1976 pukul 19.30 waktu setempat atau 9 Juli 1976 pukul 06.30 WIB menggunakan roket Delta 2914 milik NASA dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat. Peluncuran itu merupakan tindak lanjut kontrak yang diberikan Pemerintah Indonesia kepada Boeing untuk pembangunan dua satelit, dengan nama “Palapa” yang diberikan oleh Presiden Soeharto.

Keberhasilan peluncuran Palapa A1 mampu memenuhi kebutuhan lalu lintas komunikasi 40 stasiun bumi di seluruh Indonesia. Dari 12 transponder yang dimiliki, enam digunakan untuk layanan telepon, satu untuk siaran televisi nasional, dan lima lainnya disiapkan sebagai cadangan.

Dengan keberhasilan tersebut, Indonesia menegaskan posisinya sebagai salah satu negara pelopor dalam pemanfaatan teknologi satelit untuk mendukung pemerataan pembangunan dan integrasi nasional.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pemerintah & DPR RI Sepakati Asumsi Ekonomi Makro dalam RAPBN 2027

2 September 2026 - 23:20 WIB

Sambut MTQ Nasional XXXI 2026, Jawa Tengah Siapkan Panggung hingga Ruang Penjurian

2 September 2026 - 23:18 WIB

Rapat Paripurna DPR RI, Destry Damayanti Disetujui sebagai Gubernur BI Periode 2026-2031

1 September 2026 - 21:38 WIB

Dorong Pertumbuhan 6 Persen, Pemerintah Rancang Strategi Ekonomi & Fiskal 2027

1 September 2026 - 21:36 WIB

GMKI Perluas Ekosistem Digital, Gandeng AIM ASEAN untuk Pengembangan Kader & UMKM

29 Agustus 2026 - 16:36 WIB

Debit Air Riam Kanan Tak Bertambah Dalam Sebulan, Penanganan Karhutla Jadi Perhatian

25 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Trending di HEADLINE