Menu

Mode Gelap
MV Hai Da Bawa 69 Korban Selamat KM Virgo Tiba di Banjarmasin KM Virgo Transport 8: 107 Selamat, 6 Meninggal, 136 Masih Dicari KM Virgo Transport 8, 103 Orang Telah Dievakuasi dari Perairan Laut Jawa Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, Bawa 243 Orang Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha

ADVERTORIAL · 28 Jul 2026 21:31 WIB

Perkuat Hilirisasi Industri, DPMPTSP Kalsel Dorong Pengembangan & Investasi Budidaya Ikan Gabus


 Perkuat Hilirisasi Industri, DPMPTSP Kalsel Dorong Pengembangan & Investasi Budidaya Ikan Gabus Perbesar

Ricek.ID – Untuk memperkuat hilirisasi industri perikanan sekaligus memenuhi kebutuhan bahan baku industri pengolahan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalimantan Selatan (DPMPTSP Kalsel) terus mendorong pengembangan investasi budidaya ikan gabus.

Kepala DPMPTSP Kalsel, Endri, di Banjarbaru pada Selasa (28/7/2026) mengatakan potensi ikan gabus di Kalsel sangat besar. Selain menjadi komoditas konsumsi masyarakat, ikan gabus juga memiliki nilai ekonomi tinggi karena dapat diolah menjadi berbagai produk kesehatan maupun kosmetik.

“Kalau dari segi potensi memang sangat bagus untuk ikan gabus. Selain untuk konsumsi masyarakat, ikan gabus juga memiliki nilai tambah yang tinggi karena menjadi bahan baku berbagai industri olahan. Ini merupakan produk yang sangat layak untuk diinvestasikan,” ujarnya.

Menurut Endri, selama ini pengembangan ikan gabus masih didominasi hasil tangkapan alam, sementara budidayanya belum berkembang secara optimal. Padahal, sejumlah daerah di Kalsel telah membuktikan budidaya ikan gabus mampu memberikan hasil yang menjanjikan.

Ia mencontohkan keberhasilan budidaya ikan gabus di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, khususnya di Barabai, yang menunjukkan tingkat pertumbuhan ikan cukup baik meskipun luas lahannya masih terbatas.

“Kami melihat langsung budidaya ikan gabus di Barabai dan hasilnya sangat bagus. Pertumbuhannya baik, hanya saja kapasitas produksinya masih terbatas karena luas lahannya belum memadai,” katanya.

Endri mengungkapkan, DPMPTSP sebelumnya telah menawarkan peluang investasi kepada calon investor yang tertarik membangun industri pengolahan ikan gabus. Namun, rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena pasokan bahan baku belum mampu memenuhi kebutuhan industri secara berkelanjutan.

Calon investor tersebut membutuhkan pasokan sekitar lima ton ikan gabus setiap bulan untuk menjaga kontinuitas produksi.

“Industri pengolahan membutuhkan pasokan yang kontinyu. Karena produksi budidaya saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan sekitar lima ton per bulan, akhirnya investasi tersebut belum dapat berjalan,” jelasnya.

Endri menilai pengembangan budidaya ikan gabus harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyediaan lahan, peningkatan kapasitas pembudidaya hingga dukungan teknologi budidaya agar mampu memenuhi kebutuhan industri secara berkelanjutan.

Ia optimistis, apabila ekosistem budidaya dapat diperkuat, Kalimantan Selatan berpeluang menjadi salah satu sentra industri pengolahan ikan gabus di Indonesia.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Wagub Kalsel Hadiri Seminar Kebangsaan & Kuliah Perdana IAI KHAS Al-Arsyadi Kandangan

16 September 2026 - 21:47 WIB

Sambangi Korban Kapal Virgo Transport 8, Gubernur Kalsel Serahkan Bantuan Uang Pribadi

16 September 2026 - 21:41 WIB

Terima Aspirasi Masyarakat, Pemkab Banjar Akan Segera Tindaklanjuti Tuntutan Warga Rantau Bakula

16 September 2026 - 20:08 WIB

Disdukcapil Kalsel Monitoring Perekaman KTP-el Pemilih Pemula di SMAN 1 Banjarbaru

16 September 2026 - 20:05 WIB

Pemprov Kalsel Tegaskan Layanan Publik & Penguatan Fiskal Jadi Fokus RAPBD 2027

16 September 2026 - 20:03 WIB

Kemarau Mencekik Warga Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Turun Langsung Salurkan Air Bersih

16 September 2026 - 19:15 WIB

Trending di ADVERTORIAL