Menu

Mode Gelap
DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel

DAERAH · 1 Agu 2026 11:54 WIB

Kemarau Ancam 330 Hektare Sawah di Kabupaten Banjar, Petani Usul Sumur Bor Cegah Gagal Panen


 Kemarau Ancam 330 Hektare Sawah di Kabupaten Banjar, Petani Usul Sumur Bor Cegah Gagal Panen Perbesar

Ricek.ID- Musim kemarau yang berlangsung hingga kini mengancam sektor pertanian di Kabupaten Banjar. Sedikitnya 330 hektare lahan persawahan yang tanaman padinya berada pada fase pertumbuhan kini mengalami kekurangan pasokan air. Luasan itu merupakan bagian dari total 890 hektare areal tanam yang tengah memasuki masa vegetatif.

Apabila kondisi ini terus berlanjut tanpa curah hujan maupun pasokan air yang memadai, produktivitas tanaman diperkirakan akan menurun. Bahkan, ratusan hektare sawah tersebut berisiko mengalami puso atau gagal panen, yang tidak hanya merugikan petani tetapi juga berpotensi memengaruhi produksi padi di Kabupaten Banjar.

Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah. Pasalnya, fase pertumbuhan merupakan periode krusial yang membutuhkan ketersediaan air secara konsisten. Keterlambatan penanganan berpotensi memperluas areal terdampak apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang dari perkiraan.

Menghadapi ancaman tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar mengaku telah menyiapkan langkah mitigasi melalui peningkatan pemantauan lapangan, penyampaian peringatan dini kepada petani, hingga penyaluran bantuan mesin pompa untuk membantu memenuhi kebutuhan air di lahan yang mulai mengalami kekeringan.

Kadistan Kabuapten Banjar, Warsita.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Warsita, mengatakan upaya antisipasi telah dilakukan sejak sebelum puncak musim kemarau. Petani juga diminta segera melaporkan apabila mulai mengalami kesulitan memperoleh air agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

“Antisipasi kita mulai sejak awal. Sebelum musim kemarau kami sudah mengimbau petani agar mewaspadai potensi kekeringan. Jika mulai terjadi kekurangan air, segera laporkan kepada penyuluh atau dinas. Seluruh pompa yang tersedia akan kami distribusikan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Warsita, Rabu (29/7/2026).

Berdasarkan pendataan Dinas Pertanian, Kecamatan Beruntung Baru dan Sungai Tabuk menjadi wilayah dengan luasan sawah terdampak paling signifikan.

Tanaman Padi di Desa Keramat Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar,Sabtu (1/8/2026).

Dampak kemarau di sektor pertanian Kabupaten Banjar saat ini juga terlihat nyata di Desa Keramat, Kecamatan Martapura Timur. Permukaan tanah tampak retak akibat lebih dari satu bulan tidak diguyur hujan, sementara pasokan air untuk mengairi lahan semakin terbatas.

Salah seorang petani, Ahmad Khosasi, mengaku tanaman padinya mulai menunjukkan tanda-tanda kekurangan air. Ia khawatir kondisi tersebut akan berdampak pada hasil panen apabila hujan tidak segera turun.

“Sudah sebulan tidak ada hujan. Tanaman padi yang ada ini bisa jadi tidak berbuah. Namun saya dan beberapa petani lainnya di desa ini masih bertahan dan berupaya menyelamatkan tanaman kami sambil berharap segera turun hujan,” ungkapnya, Sabtu (1/8/2026).

Menurut Khosasi, bantuan mesin pompa dari pemerintah memang dapat dimanfaatkan. Namun, persoalan yang dihadapi petani saat ini bukan lagi sekadar keterbatasan alat, melainkan semakin sulitnya memperoleh sumber air untuk dipompa.

“Kalau bisa yang diadakan itu sumur bor di lahan pertanian. Misalnya setiap lima sampai sepuluh hektare ada satu sumur bor, sehingga petani tetap memiliki sumber air saat kemarau panjang,” harapnya.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif

1 Agustus 2026 - 07:36 WIB

DKUMPP Bersama Dekranasda Kabupaten Banjar Gelar Pelatihan Menjahit Tahun 2026

31 Juli 2026 - 19:25 WIB

Tiga Wirausaha Muda Asal Kabupaten Banjar Berhasil Raih Penghargaan WMP di Tingkat Provinsi

31 Juli 2026 - 19:22 WIB

Dinsos Kalsel Gelar Anjangsana ke Mantan Gubernur & Wagub pada Peringatan Harjad ke-76

31 Juli 2026 - 19:19 WIB

Lintasan Atletik Rampung, Dinas PUPR Kalsel Serahkan Pengelolaan Stadion 17 Mei Banjarmasin kepada Dispora

31 Juli 2026 - 19:17 WIB

Berhasil Cetak Talenta Unggul, Pemilihan Wirausaha Muda Berprestasi Kalsel 2026 Berlangsung Sukses

31 Juli 2026 - 19:13 WIB

Trending di ADVERTORIAL