Menu

Mode Gelap
Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes

Banjarbaru · 4 Agu 2026 18:05 WIB

Hadapi Ancaman Karhutla, Pemko Banjarbaru Gelar Apel Siaga Bencana 2026 Perkuat Kesiapsiagaan


 Hadapi Ancaman Karhutla, Pemko Banjarbaru Gelar Apel Siaga Bencana 2026 Perkuat Kesiapsiagaan Perbesar

Ricek.ID – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru menggelar Apel Siaga Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Kekeringan Kota Banjarbaru Tahun 2026 di Lapangan dr. Murdjani Kota Banjarbaru pada Selasa (4/8/2026).

Apel yang dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda)Kota Banjarbaru, Sirajoni, bersama jajaran pemerintah daerah dan unsur terkait ini menjadi langkah memperkuat kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi potensi Karhutla dan kekeringan selama musim kemarau.

Dalam amanat Wali Kota Banjarbaru yang dibacakan Sekda, disampaikan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

“Kesiapsiagaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, peran aktif seluruh pihak menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko bencana,” ujar Sirajoni.

Pemko Banjarbaru juga telah menetapkan status siaga darurat bencana Karhutla serta kekeringan Tahun 2026 sebagai langkah antisipatif. Dengan status tersebut, seluruh sumber daya, personel, peralatan, dan mekanisme penanganan diharapkan dapat digerakkan secara cepat, terpadu, dan efektif apabila diperlukan.

Sirajoni menekankan pentingnya mengedepankan upaya pencegahan, di antaranya meningkatkan patroli di wilayah rawan, melakukan pemantauan secara berkala, memperkuat koordinasi antarinstansi, serta memastikan setiap informasi mengenai titik api segera ditindaklanjuti.

“Jangan menunggu kebakaran membesar baru kita bergerak,” tegasnya.

Sekda juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Menurutnya, kepedulian masyarakat menjadi bagian penting dalam keberhasilan pengendalian bencana.

Sirajoni mengajak seluruh unsur untuk memperkuat gotong royong dan kerja sama dalam menghadapi bencana. Dengan koordinasi yang baik, komunikasi efektif, serta dukungan masyarakat, Banjarbaru diharapkan mampu menghadapi musim kemarau dengan lebih siap dan tangguh.

Sumber : Media Center Banjarbaru

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pemkab Kotabaru Apresiasi Pengabdian Mahasiswa KKN-PPM UGM

5 Agustus 2026 - 09:53 WIB

Pemkab Kotabaru Gelar Rakor Pengembangan & Pemasangan Jaringan Listrik PLN

4 Agustus 2026 - 21:51 WIB

Kalsel Job Fair 2026 Sediakan Hampir 2.000 Lowongan Kerja untuk Masyarakat

4 Agustus 2026 - 18:35 WIB

Perkuat Kemudahan Berusaha & Layanan Investasi, Pemprov Kalsel Siapkan Super App Perizinan

4 Agustus 2026 - 18:32 WIB

Bupati Banjar Hadiri Syukuran Panen Padi di Beruntung Baru, Tegaskan Komitmen Ketahanan Pangan

4 Agustus 2026 - 18:29 WIB

Buka Rakercab IV IWAPI Banjarmasin, Wali Kota Dorong Perempuan Tangguh Hadapi Tantangan Ekonomi Global

4 Agustus 2026 - 18:26 WIB

Trending di Banjarmasin