Ricek.ID – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar, mewakili Wali Kota Banjarmasin, buka Focus Group Discussion “Strategi Pengembangan Seni Budaya Islam di Kota Banjarmasin”, di Rumah Anno Lt. 2 Banjarmasin pada Minggu (9/8/2026).
Dalam rilis pada Senin (10/8/2026), Ichrom menyampaikan apresiasi Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin kepada Majelis Ulama Indonesia Kota Banjarmasin, khususnya Komisi Pembinaan Seni Budaya Islam, yang telah menginisiasi forum tersebut.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para narasumber atas ilmu, pengalaman, dan pemikiran yang diberikan. Semoga forum ini menghasilkan gagasan yang menarik serta mampu memperkaya strategi pengembangan seni budaya Islam di Kota Banjarmasin tercinta,” katanya.
Ichrom menegaskan, Banjarmasin tumbuh dengan nilai-nilai religius yang kuat. Kehidupan masyarakat Banjar tidak dapat dipisahkan dari ajaran Islam yang telah mewarnai adat, tradisi, bahasa, kesenian, hingga cara hidup bermasyarakat.
“Oleh karena itu, seni budaya Islam bukan sekadar warisan masa lalu yang perlu dikenang, tetapi merupakan kekayaan yang harus terus dirawat, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi penerus,” jelasnya.

Sekda menilai seni budaya Islam memiliki peran besar sebagai media dakwah, pendidikan karakter, serta perekat persatuan. Melalui syair, madihin, musik religi, kaligrafi, dan sastra, nilai-nilai Islam dapat disampaikan dengan cara yang indah dan mudah diterima masyarakat.
Di tengah tantangan globalisasi dan arus informasi yang cepat, Ichrom menekankan pentingnya adaptasi.
“Seni budaya Islam juga perlu terus beradaptasi tanpa kehilangan nilai-nilai luhur yang menjadi ruhnya,” ujarnya.
Sekda berharap FGD ini tidak hanya menjadi ruang tukar pandangan, tetapi juga melahirkan rekomendasi konkret dan aplikatif. Di antaranya melalui pembinaan komunitas seni, pemberdayaan pelaku budaya, penyelenggaraan festival, pemanfaatan media digital, serta kolaborasi antara pemerintah, seniman, ulama, akademisi, dan masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri Ketua MUI Kota Banjarmasin yang diwakili Sekretaris Umum Ustaz Syaifullah Gamal beserta seluruh pengurus MUI Kota Banjarmasin.
Dua narasumber yang hadir adalah Ibnu Sina dari DMDI Provinsi Kalimantan Selatan, yang juga pernah menjabat Wali Kota Banjarmasin periode 2016–2021 dan 2021–2025, serta Ustadz Ahmad Sarani, Maestro Madihin Internasional.
Turut hadir pula Kabag Kesra diwakili Kasubag Kesejahteraan Masyarakat Zulfikri, Kaban Kesbangpol diwakili Umar, Kabid Poldagri dari Polresta Banjarmasin Kasat Binmas Syamlani, Babinsa Gadang, serta para tamu undangan lainnya.
Sumber : Prokom Banjarmasin













