Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

NASIONAL · 2 Sep 2026 23:18 WIB

Sambut MTQ Nasional XXXI 2026, Jawa Tengah Siapkan Panggung hingga Ruang Penjurian


 Sambut MTQ Nasional XXXI 2026, Jawa Tengah Siapkan Panggung hingga Ruang Penjurian Perbesar

Ricek.ID – Pagi belum sepenuhnya ramai ketika sejumlah pekerja mulai bergerak di kawasan venue Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI 2026. Ada yang memasang perlengkapan panggung, menata area kegiatan, memeriksa fasilitas, hingga memastikan setiap sudut lokasi siap digunakan.

Bagi mereka, pekerjaan itu mungkin terlihat sederhana. Namun, dari tangan-tangan yang bekerja di balik layar itulah sebuah perhelatan nasional akan segera berlangsung.

Mulai 11 hingga 20 September 2026, Kota Semarang, Jawa Tengah, akan menjadi tempat berkumpulnya kafilah dari 38 provinsi Indonesia dalam MTQ Nasional XXXI. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkirakan sekitar 2.833 kafilah akan hadir dalam gelaran tersebut.

Sebanyak 12 venue disiapkan untuk menjadi panggung bagi berbagai cabang musabaqah. Lapangan Pancasila Simpang Lima menjadi salah satu pusat utama, sementara venue lainnya tersebar di sejumlah lokasi strategis Kota Semarang.

Di balik kemegahan panggung yang nantinya menjadi tempat para qari dan hafiz menunjukkan kemampuan, ada proses panjang yang tidak selalu terlihat oleh masyarakat.

Area penjurian harus ditata. Peralatan harus dipastikan berfungsi. Ruang peserta harus nyaman. Jalur pergerakan kafilah harus jelas. Bahkan hal-hal yang kerap dianggap sepele seperti kebersihan, toilet, pengelolaan sampah, transportasi, dan kesehatan harus dipastikan siap.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mengingatkan bahwa kesiapan venue bukan hanya soal tampilan, tetapi juga pelayanan kepada para tamu dan peserta.

Menurutnya, hal-hal sederhana seperti kebersihan, kerapian, fasilitas toilet, dan pengelolaan sampah harus mendapat perhatian karena dapat memengaruhi kenyamanan peserta dan pengunjung.

Pesan itu memperlihatkan bahwa MTQ Nasional tidak berhenti pada panggung perlombaan. Ia juga menjadi ujian bagi kemampuan sebuah daerah memberikan pelayanan kepada ribuan orang yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.

“Kami ingin Jawa Tengah dikenal sebagai tuan rumah yang ramah dan profesional,” kata Sumarno dalam keterangan persnya belum lama ini.

Semangat menjadi tuan rumah yang ramah itulah yang kemudian diterjemahkan ke berbagai persiapan teknis.

Pemerintah daerah bersama Pemerintah Kota Semarang, Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), serta berbagai instansi lainnya terus melakukan koordinasi.

Dari sisi layanan, persiapan juga mencakup transportasi, kesehatan, keamanan, dan pendampingan kafilah. Pemerintah Jawa Tengah menyiapkan dukungan 224 tim kesehatan serta sejumlah rumah sakit rujukan di Kota Semarang.

Bagi para peserta, semua persiapan tersebut akan menjadi bagian dari pengalaman mereka selama berada di Semarang.

Seorang qari mungkin akan lebih mengingat suasana ketika namanya dipanggil menuju panggung. Seorang hafiz mungkin akan mengingat ketenangan ruangan ketika menyetorkan hafalannya. Sementara bagi pendamping, kenyamanan transportasi dan kepastian informasi menjadi hal yang tak kalah penting.

Di situlah makna pelayanan publik dalam sebuah perhelatan besar menemukan bentuknya: memastikan setiap orang dapat menjalankan perannya dengan tenang.

Bagi Jawa Tengah, menjadi tuan rumah MTQ Nasional juga bukan pengalaman pertama. Provinsi ini pernah menjadi tuan rumah MTQ Nasional pada 1979. Setelah 47 tahun, Jawa Tengah kembali dipercaya menyelenggarakan ajang serupa.

Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Muchlis Muhammad Hanafi, menyebut kesempatan tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan MTQ, termasuk dari sisi sistem perhakiman.

Ada pula dimensi yang lebih luas. MTQ Nasional diharapkan tidak hanya melahirkan juara, tetapi memperkuat syiar Islam, ukhuwah, serta kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.

Sekda Jawa Tengah Sumarno menilai MTQ memiliki nilai strategis dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa sekaligus mendorong pemahaman terhadap Al-Qur’an.

Bahkan, perhelatan ini membuka ruang bagi masyarakat lokal untuk ikut merasakan manfaatnya. Pelaku UMKM Jawa Tengah disiapkan untuk menangkap peluang ekonomi dari kedatangan peserta dan tamu dari berbagai daerah.

Dengan demikian, suara Al-Qur’an yang nantinya menggema di Semarang tidak hanya membawa pesan spiritual. Ia juga menggerakkan ekonomi, mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah, dan memperkenalkan wajah Jawa Tengah kepada Indonesia.

Kini, waktu terus berjalan. Persiapan venue memasuki tahap akhir. Pemerintah Jawa Tengah pada akhir Agustus menyebut kesiapan secara keseluruhan telah mencapai sekitar 90 persen, dengan penyelesaian seluruh persiapan ditargetkan sebelum pelaksanaan.

Di tengah kesibukan itu, panggung-panggung terus berdiri. Ruang-ruang penjurian terus ditata. Jalur transportasi dipastikan siap. Petugas kesehatan dan pendamping kafilah disiapkan.

Semua bergerak menuju satu tujuan: ketika ayat-ayat suci mulai dilantunkan, tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan selain memberikan penampilan terbaik dan menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.

Karena MTQ Nasional XXXI 2026 bukan semata tentang siapa yang menjadi juara.

Ia adalah tentang 38 provinsi yang datang membawa semangat yang sama—menghidupkan Al-Qur’an melalui lantunan, hafalan, kecintaan, persaudaraan, dan kebersamaan.

Dan dari Jawa Tengah, semangat itu akan kembali bergema ke seluruh Indonesia.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Bareskrim Polri Naikkan 98 Kasus Karhutla Korporasi ke Tahap Penyidikan

20 Oktober 2026 - 21:08 WIB

Pemerintah RI Pastikan Cadangan BBM Nasional Aman

20 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Perkuat Reformasi Pasar Modal & Transparansi, OJK Akan Tindak Pelanggaran untuk Beri Efek Jera

20 Oktober 2026 - 21:04 WIB

Pemerintah Pacu Ekspor & Siapkan Belanja APBN Rp1.300 Triliun pada Triwulan IV

20 Oktober 2026 - 21:02 WIB

Menko PM Gandeng Kementan Percepat Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pertanian

19 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Solusi Atasi Kabut Asap Karhutla, BRIN Kaji Penggunaan Es Kering

19 Oktober 2026 - 20:37 WIB

Trending di NASIONAL