Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

NASIONAL · 2 Sep 2026 23:18 WIB

Sambut MTQ Nasional XXXI 2026, Jawa Tengah Siapkan Panggung hingga Ruang Penjurian


 Sambut MTQ Nasional XXXI 2026, Jawa Tengah Siapkan Panggung hingga Ruang Penjurian Perbesar

Ricek.ID – Pagi belum sepenuhnya ramai ketika sejumlah pekerja mulai bergerak di kawasan venue Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI 2026. Ada yang memasang perlengkapan panggung, menata area kegiatan, memeriksa fasilitas, hingga memastikan setiap sudut lokasi siap digunakan.

Bagi mereka, pekerjaan itu mungkin terlihat sederhana. Namun, dari tangan-tangan yang bekerja di balik layar itulah sebuah perhelatan nasional akan segera berlangsung.

Mulai 11 hingga 20 September 2026, Kota Semarang, Jawa Tengah, akan menjadi tempat berkumpulnya kafilah dari 38 provinsi Indonesia dalam MTQ Nasional XXXI. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkirakan sekitar 2.833 kafilah akan hadir dalam gelaran tersebut.

Sebanyak 12 venue disiapkan untuk menjadi panggung bagi berbagai cabang musabaqah. Lapangan Pancasila Simpang Lima menjadi salah satu pusat utama, sementara venue lainnya tersebar di sejumlah lokasi strategis Kota Semarang.

Di balik kemegahan panggung yang nantinya menjadi tempat para qari dan hafiz menunjukkan kemampuan, ada proses panjang yang tidak selalu terlihat oleh masyarakat.

Area penjurian harus ditata. Peralatan harus dipastikan berfungsi. Ruang peserta harus nyaman. Jalur pergerakan kafilah harus jelas. Bahkan hal-hal yang kerap dianggap sepele seperti kebersihan, toilet, pengelolaan sampah, transportasi, dan kesehatan harus dipastikan siap.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mengingatkan bahwa kesiapan venue bukan hanya soal tampilan, tetapi juga pelayanan kepada para tamu dan peserta.

Menurutnya, hal-hal sederhana seperti kebersihan, kerapian, fasilitas toilet, dan pengelolaan sampah harus mendapat perhatian karena dapat memengaruhi kenyamanan peserta dan pengunjung.

Pesan itu memperlihatkan bahwa MTQ Nasional tidak berhenti pada panggung perlombaan. Ia juga menjadi ujian bagi kemampuan sebuah daerah memberikan pelayanan kepada ribuan orang yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.

“Kami ingin Jawa Tengah dikenal sebagai tuan rumah yang ramah dan profesional,” kata Sumarno dalam keterangan persnya belum lama ini.

Semangat menjadi tuan rumah yang ramah itulah yang kemudian diterjemahkan ke berbagai persiapan teknis.

Pemerintah daerah bersama Pemerintah Kota Semarang, Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), serta berbagai instansi lainnya terus melakukan koordinasi.

Dari sisi layanan, persiapan juga mencakup transportasi, kesehatan, keamanan, dan pendampingan kafilah. Pemerintah Jawa Tengah menyiapkan dukungan 224 tim kesehatan serta sejumlah rumah sakit rujukan di Kota Semarang.

Bagi para peserta, semua persiapan tersebut akan menjadi bagian dari pengalaman mereka selama berada di Semarang.

Seorang qari mungkin akan lebih mengingat suasana ketika namanya dipanggil menuju panggung. Seorang hafiz mungkin akan mengingat ketenangan ruangan ketika menyetorkan hafalannya. Sementara bagi pendamping, kenyamanan transportasi dan kepastian informasi menjadi hal yang tak kalah penting.

Di situlah makna pelayanan publik dalam sebuah perhelatan besar menemukan bentuknya: memastikan setiap orang dapat menjalankan perannya dengan tenang.

Bagi Jawa Tengah, menjadi tuan rumah MTQ Nasional juga bukan pengalaman pertama. Provinsi ini pernah menjadi tuan rumah MTQ Nasional pada 1979. Setelah 47 tahun, Jawa Tengah kembali dipercaya menyelenggarakan ajang serupa.

Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Muchlis Muhammad Hanafi, menyebut kesempatan tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan MTQ, termasuk dari sisi sistem perhakiman.

Ada pula dimensi yang lebih luas. MTQ Nasional diharapkan tidak hanya melahirkan juara, tetapi memperkuat syiar Islam, ukhuwah, serta kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.

Sekda Jawa Tengah Sumarno menilai MTQ memiliki nilai strategis dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa sekaligus mendorong pemahaman terhadap Al-Qur’an.

Bahkan, perhelatan ini membuka ruang bagi masyarakat lokal untuk ikut merasakan manfaatnya. Pelaku UMKM Jawa Tengah disiapkan untuk menangkap peluang ekonomi dari kedatangan peserta dan tamu dari berbagai daerah.

Dengan demikian, suara Al-Qur’an yang nantinya menggema di Semarang tidak hanya membawa pesan spiritual. Ia juga menggerakkan ekonomi, mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah, dan memperkenalkan wajah Jawa Tengah kepada Indonesia.

Kini, waktu terus berjalan. Persiapan venue memasuki tahap akhir. Pemerintah Jawa Tengah pada akhir Agustus menyebut kesiapan secara keseluruhan telah mencapai sekitar 90 persen, dengan penyelesaian seluruh persiapan ditargetkan sebelum pelaksanaan.

Di tengah kesibukan itu, panggung-panggung terus berdiri. Ruang-ruang penjurian terus ditata. Jalur transportasi dipastikan siap. Petugas kesehatan dan pendamping kafilah disiapkan.

Semua bergerak menuju satu tujuan: ketika ayat-ayat suci mulai dilantunkan, tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan selain memberikan penampilan terbaik dan menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan.

Karena MTQ Nasional XXXI 2026 bukan semata tentang siapa yang menjadi juara.

Ia adalah tentang 38 provinsi yang datang membawa semangat yang sama—menghidupkan Al-Qur’an melalui lantunan, hafalan, kecintaan, persaudaraan, dan kebersamaan.

Dan dari Jawa Tengah, semangat itu akan kembali bergema ke seluruh Indonesia.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pemerintah & DPR RI Sepakati Asumsi Ekonomi Makro dalam RAPBN 2027

2 September 2026 - 23:20 WIB

Rapat Paripurna DPR RI, Destry Damayanti Disetujui sebagai Gubernur BI Periode 2026-2031

1 September 2026 - 21:38 WIB

Dorong Pertumbuhan 6 Persen, Pemerintah Rancang Strategi Ekonomi & Fiskal 2027

1 September 2026 - 21:36 WIB

GMKI Perluas Ekosistem Digital, Gandeng AIM ASEAN untuk Pengembangan Kader & UMKM

29 Agustus 2026 - 16:36 WIB

Debit Air Riam Kanan Tak Bertambah Dalam Sebulan, Penanganan Karhutla Jadi Perhatian

25 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

24 Agustus 2026 - 16:30 WIB

Trending di NASIONAL