Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

ADVERTORIAL · 8 Okt 2026 19:58 WIB

Sosialisasi Penggunaan Pestisida Aman, Distan Banjar Jaga Kesehatan Petani & Lingkungan


 Sosialisasi Penggunaan Pestisida Aman, Distan Banjar Jaga Kesehatan Petani & Lingkungan Perbesar

Ricek.ID – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar melalui Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura laksanakan sosialisasi penggunaan pestisida di Desa Lok Tamu Kecamatan Mataraman pada Rabu (7/10/2026).

Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Pertanian Banjar Warsita, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Nurul Chatimah, Koordinator Penyuluh serta PPL Mataraman, dan petani setempat.

Kepala Distan Banjar Warsita menyampaikan tentang sektor pertanian menghadapi tantangan ganda, memacu produksi pangan sekaligus menjaga ekosistem dan kesehatan masyarakat.

“Kebutuhan pangan memicu lonjakan penggunaan pestisida. Meski menjadi tulang punggung hasil panen, ketergantungan pada kimia ini menyimpan ancaman bagi lingkungan dan keselamatan kerja,” ujarnya.

Warsita menegaskan bahwa setiap produk pestisida yang beredar wajib terdaftar dan mengantongi izin resmi dari Menteri Pertanian.

“Pengawasan di lapangan dilaksanakan secara berjenjang dan lintas sektor, melibatkan Kementerian Pertanian di tingkat pusat, pemerintah daerah provinsi hingga kabupaten/kota, serta Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3),” katanya.

Kendati regulasi telah terbentuk, tantangan di tingkat tapak masih kerap ditemukan. Peredaran pestisida ilegal dan palsu, pelanggaran etika oleh oknum produsen, disparitas data kebutuhan, hingga belum optimalnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) oleh kalangan petani menjadi isu kesehatan kerja serta lingkungan yang mendesak untuk ditangani. Guna menanggulangi hal tersebut, paradigma Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dikedepankan.

Strategi masa depan pengawasan pestisida bertumpu pada integrasi sistem dan pemberdayaan masyarakat tani. Langkah konkret meliputi pembentukan Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) di kelompok tani.

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Nurul Chatimah menjelaskan penggunaan pestisida. Ia menyebutkan penyuluhan pertanian musti menekankan pentingnya penggunaan pestisida secara aman dan bijak melalui prinsip 6 Tepat (Mutu, Sasaran, Jenis, Dosis, Waktu, dan Cara) guna menjaga efisiensi biaya, keselamatan petani, serta kelestarian ekosistem.

“Penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) menempatkan pestisida kimia sebagai solusi terakhir, disokong oleh disiplin penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan pengelolaan limbah 3R demi mewujudkan pertanian yang produktif dan berkelanjutan,” pungkas Nurul Chatimah.

Sumber : Media Center Banjar

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pasca Tunaikan Rukun Islam Kelima, Para Jamaah Haji Silaturahmi & Pembinaan di Masjid As Syuhada Tanah Laut

8 Oktober 2026 - 22:26 WIB

Gelar Bimtek Olahan Waluh di Sungai Batang, DKPP Banjar Tingkatkan Nilai Jual Pangan Lokal

8 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Bakesbangpol Kabupaten Banjar Fasilitasi Peran Masyarakat Tangkal Radikalisme & Berita Hoaks

8 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Tim Juri STBM Award Kalsel Turun ke Mahela, Pemkab HST Diuji Wujudkan Sanitasi Berbasis Perubahan Perilaku

8 Oktober 2026 - 19:55 WIB

RSJ Sambang Lihum Tingkatkan Kesiapsiagaan Lindungi Pasien di Tengah Ancaman Karhutla

8 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Perkuat Mitigasi Karhutla, RSJ Sambang Lihum Sambut Dukungan Infrastruktur dari Pemprov Kalsel

8 Oktober 2026 - 19:48 WIB

Trending di ADVERTORIAL