Ricek.ID – Menghadapi kemarau panjang yang menyebabkan kondisi lahan semakin kering, Kebun Raya Banua mengoptimalkan perawatan tanaman koleksi. Upaya ini dilakukan melalui peningkatan efektivitas penyiraman, perbaikan jaringan irigasi, serta pemeliharaan tanaman secara intensif guna menjaga kelangsungan hidup koleksi tumbuhan di kawasan tersebut.
Kepala UPTD Kebun Raya Banua, Rahmat Maidiyanto, saat diwawancarai di Open Space Kebun Raya Banua pada Rabu (14/10/2026) mengatakan kondisi kekeringan yang terjadi saat ini tergolong cukup ekstrem, bahkan dinilai lebih kering dibandingkan kondisi pada periode 2019–2020. Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kesehatan dan kelestarian tanaman koleksi yang tersebar di berbagai zona Kebun Raya Banua.
“Kalau kawan-kawan di lapangan, informasinya kurang lebih sama kondisinya seperti lima tahun yang lalu, di 2019–2020-an, dan bahkan lebih kering lagi dibandingkan posisi yang lima tahun yang lalu,” ujarnya.
Menghadapi kondisi tersebut, pengelola melakukan sejumlah langkah untuk meningkatkan efektivitas pemenuhan kebutuhan air tanaman. Salah satunya melalui pemboran atau pelubangan tanah di sekitar area tanaman agar air yang diberikan saat penyiraman dapat meresap lebih optimal hingga ke bagian perakaran.

Selain itu, perbaikan jaringan penyiraman juga dilakukan terhadap sejumlah fasilitas yang mengalami kerusakan. Pengelola turut mengoptimalkan penggunaan truk tangki untuk menjangkau area yang membutuhkan penyiraman secara manual.
Rahmat menjelaskan, tanaman sebagai makhluk hidup membutuhkan perlakuan dan pemenuhan nutrisi yang sesuai agar dapat bertahan dan tumbuh dengan baik, terutama ketika menghadapi tekanan lingkungan akibat cuaca ekstrem.
“Kita mencoba melakukan pembokoran-pembokoran di area tanaman. Tujuannya agar ketika penyiraman, sumber air bisa lebih efektif meresap ke akar. Kemudian, beberapa jaringan penyiraman yang rusak juga diperbaiki dan kita optimalkan truk tangki yang saat ini ada di Kebun Raya,” jelasnya.
Meskipun upaya penyiraman terus dioptimalkan, Rahmat mengakui bahwa kondisi cuaca yang ekstrem masih berdampak pada sejumlah tanaman. Beberapa di antaranya mengalami kekeringan cukup parah hingga sulit dipertahankan untuk tetap hidup.
Ke depan, Kebun Raya Banua akan terus meningkatkan intensitas perawatan dengan mendorong petugas agar lebih memperhatikan kondisi tanaman di masing-masing zona. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan dampak kemarau panjang sekaligus menjaga keberlangsungan koleksi tumbuhan sebagai bagian dari fungsi konservasi Kebun Raya Banua.
Sumber : MC Kalsel














