Menu

Mode Gelap
Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan

ADVERTORIAL · 29 Jul 2026 18:41 WIB

Genjot Peningkatan PAD, Pemkab Banjar Evaluasi Pengelolaan Retribusi Daerah


 Genjot Peningkatan PAD, Pemkab Banjar Evaluasi Pengelolaan Retribusi Daerah Perbesar

Ricek.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Aset Daerah (BPKPAD) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Pengelolaan Retribusi Daerah dan Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun Anggaran 2026, di Aula Barakat Martapura pada Rabu (29/7/2026).

Rakor dipimpin Sekda Banjar Yudi Andrea didampingi Kepala BPKPAD Nashrullah Shadiq dan Kabid Pengendalian dan Pengembangan Pendapatan Sukamto.

Sekda Yudi Andrea menegaskan PAD merupakan pilar utama dalam memperkuat struktur fiskal daerah. Optimalisasi retribusi dan pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan akan menentukan sejauh mana keberlanjutan dan kemandirian pembangunan di Kabupaten Banjar.

“Kita telah menyelesaikan siklus kinerja Triwulan II hingga 30 Juni 2026. Pertemuan hari ini merupakan momen krusial untuk melakukan evaluasi komprehensif, obyektif dan terukur,” ujarnya.

Langkah genjot PAD ini lanjut Yudi, dilatarbelakangi oleh kebijakan pemerintah pusat yang terus mendorong daerah agar tidak bergantung pada dana transfer. Terlebih, transfer alokasi dari pusat ke daerah yang diproyeksikan mengalami penurunan signifikan.

“Transfer daerah saat ini sangat berpengaruh. Pada tahun ini saja ada pengurangan sekitar 25%, dan proyeksi kita di tahun 2027 juga akan seperti itu. Oleh karena itu, pimpinan dan pemerintah pusat meminta daerah untuk lebih mandiri dalam mengelola keuangan dan memaksimalkan semua potensi pendapatan melalui PAD, baik retribusi maupun pajak,” jelasnya.

Memasuki anggaran paruh kedua tahun 2026, rapat koordinasi ini ditujukan untuk mengukur secara tujuan sejauh mana realisasi penerimaan retribusi dibandingkan target yang telah ditetapkan. Selain itu, forum ini menjadi wadah untuk menginventarisasi berbagai kendala teknis maupun regulasi yang dihadapi Perangkat Daerah dan BUMD di lapangan.

Seluruh Kepala Perangkat Daerah, Direktur BUMD, serta tim teknis diminta untuk berdiskusi secara terbuka, transparan dan berorientasi pada solusi nyata guna melahirkan inovasi konkret.

“Manfaatkan forum ini untuk berdiskusi secara terbuka dan transparan. Pastikan realisasi data dan laporan kendala yang dibawakan benar-benar menjadi acuan perbaikan kinerja kita ke depan untuk mencapai target ketertinggalan,” tambahnya.

Rapat koordinasi ini melibatkan jajaran kepala SKPD, pimpinan BUMD, direktur rumah sakit, Kasubbag Keuangan, serta seluruh petugas teknis pengelola retribusi di lingkungan Pemkab Banjar.

Sumber : Media Center Banjar

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Tingkatkan Kapasitas Kepemudaan, Disbudporapar Banjar Gelar Pelatihan Kepemimpinan bagi OKP

29 Juli 2026 - 18:44 WIB

Perkuat Sinergi Lintas Sektoral, Pemprov Kalsel Tingkatkan Kerukunan Umat Beragama

29 Juli 2026 - 18:38 WIB

Duta Pepelingasih Kalsel 2026 Siap Jadi Agen Perubahan Pelestarian Lingkungan

29 Juli 2026 - 18:35 WIB

Dukung Program KDMP, Disbunnak Kalsel Perkuat Sektor Perkebunan & Peternakan Daerah

29 Juli 2026 - 18:33 WIB

Pemkab Banjar Sosialisasikan SP2D Online untuk Perkuat Digitalisasi

29 Juli 2026 - 17:40 WIB

Perkuat Madrasah & Tingkatkan Kesejahteraan Guru, Wali Kota Banjarbaru Sabet Penghargaan Nasional PGM Award 2026

29 Juli 2026 - 17:00 WIB

Trending di Banjarbaru