Menu

Mode Gelap
Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar

HEADLINE · 4 Jul 2025 21:25 WIB

Harganya Meroket, Pemkab Banjar Heran Penjual Eceran Bisa Dapatkan Gas LPG 3Kg


 Warga antre gas elpiji 3Kg bersubsidi di pasar murah yang diadakan Pemkab Banjar di Kecamatan Martapura Timur, Jumat (4/7/2025). foto: Haris/Riceknews Perbesar

Warga antre gas elpiji 3Kg bersubsidi di pasar murah yang diadakan Pemkab Banjar di Kecamatan Martapura Timur, Jumat (4/7/2025). foto: Haris/Riceknews

Riceknews.id – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Kemetrologian dan Bina Usaha Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Banjar, Rudy Mulyadi, menyatakan keheranannya terkait pasokan gas LPG 3 kilogram bersubsidi yang diperjualbelikan pengecer.

Pasalnya, harga gas elpiji di eceran melonjak drastis hingga mencapai Rp55.000 per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp19.000.

“Kenapa jadi bisa mahal dan memiliki stok untuk dijual? Kami akan mengkaji fenomena yang menyebabkan semua hal ini terjadi,” ujar Rudy kepada Riceknews, Jumat (4/7/2025).

Kenaikan harga gas melon ini, menurut Rudy, sudah terdeteksi sejak sebelum pelaksanaan MTQ Kalimantan Selatan. Pada 20 Juni 2025, pihaknya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pengecer dan menemukan harga jual mencapai Rp40.000 per tabung.

“Setelah MTQ, lebih tepat sepuluh hari setelahnya kami sidak lagi malah naik harganya sampai Rp50 ribu dan Rp55 ribu,” jelas Rudy.

Rudy bilang, setelah sidak pertama, DKUMPP Banjar mengadakan rapat dengan 19 agen di Kabupaten Banjar. Dari pertemuan tersebut, para agen memastikan bahwa distribusi gas berjalan lancar, stok tidak mengalami pengurangan, dan HET tidak ada kenaikan.

“Kata para agen distribusi lancar saja, stok masih sama tanpa pengurangan, dan HET tidak naik. Jadi memang harga di eceran yang sangat mahal,” tambahnya.

Rudy menegaskan bahwa fungsi DKUMPP Banjar terbatas pada pengawasan, pendampingan, dan pelaporan kepada PT Pertamina Patra Niaga Kalimantan Selatan jika terjadi penyelewengan. Ia juga mengingatkan bahwa penimbunan gas melon bersubsidi adalah pelanggaran karena peruntukannya bagi masyarakat yang berhak.

“Ini barang haram jika ditimbun, gas bersubsidi itu dimiliki masyarakat yang berhak sesuai ketentuannya. Maka dari itu mari jika menemukan agen atau pangkalan yang nakal, ambil foto atau rekam video dan logo pangkalan mereka untuk menjadi bukti yang cukup agar tidak ada lagi yang aneh-aneh,” serunya.

Sebagai tindakan sementara mengatasi kelangkaan dan tingginya harga, DKUMPP Banjar telah melakukan operasi pasar murah khusus gas melon di 10 titik yang mengalami kelangkaan. Titik-titik tersebut tersebar di Kecamatan Gambut, Kertak Hanyar, Karang Intan, Martapura Barat, Martapura Timur, Mataraman, Astambul, dan tiga titik di Martapura.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Kejagung Geledah Kantor BGN Pusat Usai Pencopotan Dadan

3 Juni 2026 - 12:15 WIB

Tembus 3,08 Persen, Inflasi Tahunan Mei 2026 Didominasi Kenaikan Harga Pangan

2 Juni 2026 - 19:52 WIB

Jadi Korban Begal Payudara, Santriwati di Martapura Alami Trauma Berat

2 Juni 2026 - 17:00 WIB

Prabowo Tegaskan Pancasila Pedoman Membangun Bangsa, Tak Hanya Sekadar Slogan

1 Juni 2026 - 20:26 WIB

Terjadi Pembubaran Ibadah di Bantul, Menag: “Tak Boleh Terulang Lagi”

31 Mei 2026 - 18:49 WIB

Ungkap Penyalahgunaan BBM Subsidi, BPH Migas Minta Masyarakat Tak Takut Melapor

31 Mei 2026 - 18:37 WIB

Trending di HEADLINE