Menu ✖

Mode Gelap
Nasib Nelayan Labuan Mas Kotabaru, Puluhan Tahun Menanti Dermaga yang Tak Kunjung Dibangun Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti

ADVERTORIAL · 14 Okt 2026 19:22 WIB

Kebun Raya Banua Intensifkan Perawatan Tanaman Koleksi Saat Kemarau Ekstrem


 Kebun Raya Banua Intensifkan Perawatan Tanaman Koleksi Saat Kemarau Ekstrem Perbesar

Ricek.ID – Menghadapi kemarau panjang yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kebun Raya Banua Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang dapat mengancam kawasan konservasi dan koleksi tumbuhan di dalamnya. Upaya tersebut dilakukan seiring dengan peningkatan perawatan tanaman dan optimalisasi penyiraman di tengah kondisi cuaca yang semakin kering.

Kepala UPTD Kebun Raya Banua, Rahmat Maidiyanto, saat diwawancarai di Open Space Kebun Raya Banua pada Rabu (14/10/2026) mengatakan kawasan Kebun Raya Banua sebelumnya sempat terdampak kebakaran yang berasal dari area di luar kawasan, tepatnya wilayah yang berbatasan langsung dengan hutan. Kejadian tersebut berlangsung pada Juli lalu, ketika kemarau belum mencapai puncaknya.

“Terakhir terjadi di bulan Juli yang sebenarnya bukan puncaknya kemarau, tetapi kita mendapat kiriman dari area yang berbatasan langsung dengan hutan,” ujarnya.

Rahmat menambahkan, kebakaran dari area sekitar kembali menjadi perhatian pengelola. Meski demikian, kejadian tersebut tidak merembet terlalu luas ke kawasan Kebun Raya Banua sehingga dampaknya dapat dibatasi.

“Kemarin ada dapat kiriman kebakaran juga dari area yang berbatasan dengan kawasan sekitar, tetapi alhamdulillah tidak merembet terlalu luas ke area Kebun Raya,” jelasnya.

Selain meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran, pengelola juga memperkuat upaya pemeliharaan tanaman untuk mengantisipasi dampak kekeringan. Sejumlah langkah dilakukan, mulai dari memperbaiki jaringan penyiraman, mengoptimalkan penggunaan truk tangki, hingga melakukan pembokoran tanah agar air lebih efektif meresap ke akar tanaman.

Rahmat menyebutkan, kondisi kekeringan saat ini tergolong cukup ekstrem dan bahkan dinilai lebih kering dibandingkan periode 2019–2020. Dampaknya, sejumlah tanaman koleksi mengalami kekeringan berat meskipun kebutuhan penyiraman terus diupayakan terpenuhi.

Untuk itu, pengelola mendorong seluruh petugas agar meningkatkan perhatian terhadap kondisi tanaman di zona masing-masing. Pemantauan dan pemeliharaan secara lebih intensif dinilai penting untuk mengetahui kondisi tanaman sekaligus menentukan langkah penanganan yang diperlukan.

“Strategi ke depan tetap mengoptimalkan penyiraman, kemudian memberikan semangat juga kepada kawan-kawan supaya lebih ekstra lagi memelihara dan memperhatikan tanaman di zona atau tanaman masing-masing, karena yang memperhatikan ini tentunya kalau bukan kita, siapa lagi,” tuturnya.

Melalui peningkatan kewaspadaan terhadap karhutla dan penguatan pemeliharaan tanaman, Kebun Raya Banua berupaya menjaga kawasan konservasi tetap terlindungi selama musim kemarau. Sinergi seluruh petugas menjadi bagian penting dalam mengantisipasi risiko kebakaran sekaligus mempertahankan kelestarian koleksi tumbuhan di kawasan tersebut.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Bupati Kotabaru Audiensi dengan Kemensos, Percepat Persiapan Program Sekolah Rakyat

4 November 2026 - 20:59 WIB

Pemkab Kotabaru Dorong Sinergi Pengusaha dan Pekerja, DPK APINDO Dikukuhkan untuk Periode 2026–2031

4 November 2026 - 18:19 WIB

Ketua DPRD Kotabaru Dorong Apindo Perkuat Kolaborasi dan Iklim Investasi

4 November 2026 - 18:06 WIB

DPRD Kotabaru Dukung Bupati Perjuangkan Percepatan RDTR Serongga ke Kementerian ATR/BPN

4 November 2026 - 17:47 WIB

Bupati Kotabaru Koordinasikan RDTR Serongga dengan Kementerian ATR/BPN, Perkuat Arah Pembangunan Wilayah

3 November 2026 - 18:36 WIB

Reses M. Lutfi Ali di Kotabaru Hilir, Warga Usulkan Betonisasi Titian hingga Pemerataan Air Bersih

3 November 2026 - 18:32 WIB

Trending di ADVERTORIAL