Menu

Mode Gelap
Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan

ADVERTORIAL · 21 Jul 2026 18:37 WIB

Kenalkan Sejarah Revolusi Fisik Kalsel Kepada Pelajar, Museum Wasaka Gelar Lomba Mading 3D


 Kenalkan Sejarah Revolusi Fisik Kalsel Kepada Pelajar, Museum Wasaka Gelar Lomba Mading 3D Perbesar

Ricek.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan (Disdikbud Kalsel) melalui Museum Wasaka (Waja Sampai Ka Puting) kembali menggelar Lomba Majalah Dinding (Mading) 3D tingkat pelajar di Banjarmasin pada Selasa (21/7/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema “Revolusi Fisik Kalimantan Selatan” ini diikuti siswa dari 16 sekolah jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Luar Biasa (SLB) dari tiga kabupaten/kota, yakni Banjarmasin, Banjarbaru, dan Barito Kuala.

Sekretaris Disdikbud Kalsel, Hasanah, menyambut baik pelaksanaan Lomba Mading 3D tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas pelajar, tetapi juga sarana menanamkan rasa persatuan, memperkokoh integrasi, serta membuka ruang pertemuan dan diskusi antarsiswa.

“Selain itu, ajang ini juga bisa dimanfaatkan untuk memperkenalkan Museum Wasaka lebih dekat kepada generasi muda, khususnya sebagai pusat informasi sejarah revolusi fisik di Kalimantan Selatan,” katanya.

Hasanah mengatakan, melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan tidak hanya berkompetisi, tetapi juga dapat mengenal lebih dalam sejarah perjuangan dan revolusi fisik yang tersimpan di Museum Wasaka.

Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah dan budaya daerah penting dalam membentuk generasi muda yang cerdas, kreatif, berkarakter, serta memiliki rasa bangga terhadap daerahnya.

“Paling tidak mereka bisa mengenal bagaimana revolusi fisik yang terjadi di Kalsel ini dari Museum Wasaka sendiri, dan mereka bisa menambah rasa bangganya terhadap budaya sendiri,” tambahnya.

Hasanah juga mendorong para pelajar di Kalsel untuk terus belajar serta mencintai kebudayaan lokal. Menurutnya, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah dan budayanya.

Ia berharap pelajar Kalsel dapat tumbuh menjadi generasi yang kreatif, santun, sportif, dan berprestasi, sekaligus memiliki kepedulian terhadap sejarah serta budaya daerah.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Bupati Kotabaru Buka Sosialisasi & Monitoring Evaluasi Dana Hibah 2026, Tekankan Transparansi & Akuntabilitas

22 Juli 2026 - 17:30 WIB

Optimalkan Heli Water Bombing, BPBD Kalsel Prioritaskan Tangani Karhutla di Kawasan Bandara

21 Juli 2026 - 20:46 WIB

Siapkan 14 Pos Lapangan Karhutla, BPBD Kalsel Fokuskan Lima Pos di Kawasan Bandara

21 Juli 2026 - 18:49 WIB

Evaluasi Operasi Modifikasi Cuaca, BPBD Kalsel Tunggu Rekomendasi BMKG untuk Keputusan Perpanjangan

21 Juli 2026 - 18:43 WIB

BPBD Kalsel Catat 157 Kejadian Karhutla, Terus Perkuat Operasi Darat & Udara

21 Juli 2026 - 18:40 WIB

BAZNAS & TNI Berkolaborasi Hadirkan Hunian Nyaman bagi Warga Landasan Ulin

21 Juli 2026 - 18:34 WIB

Trending di Banjarbaru