Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

ADVERTORIAL · 9 Okt 2026 18:40 WIB

Optimalkan PAD, TP2DD Banjar Dorong Perluasan Transaksi Digital


 Optimalkan PAD, TP2DD Banjar Dorong Perluasan Transaksi Digital Perbesar

Ricek.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melalui Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) menggelar kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Sky Convention Center, William Tandiono Compleks, Kecamatan Gambut pada Kamis (8/10/2026).

Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Banjar Said Idrus Al Habsyi didampingi Kepala BPKPAD Nashrullah Shadiq, Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin, Kepala DPC Bank Indonesia Kalsel Roni Ferdiansyah, Asisten Pemerintahan dan Kesra Rakhmat Dhany dan peserta HLM TP2DD.

Wabup Banjar Said Idrus mengatakan dalam konteks pengelolaan keuangan daerah, digitalisasi transaksi pemerintah daerah atau Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) memiliki posisi yang sangat strategis.

Menurutnya, ETPD tidak hanya berkaitan dengan metode pembayaran, tetapi merupakan bagian dari ekosistem tata kelola keuangan daerah yang menghubungkan proses pendataan, penetapan, pembayaran, pencatatan, rekonsiliasi, pelaporan hingga pemanfaatan data untuk pengambilan keputusan.

“Oleh karena itu, Pemkab Banjar memandang bahwa digitalisasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah harus ditempatkan sebagai salah satu instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat optimalisasi Pendapatan Asli Daerah,” ujarnya.

Said Idrus juga memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan ketersediaan dan pemanfaatan kanal pembayaran digital untuk pajak daerah dan retribusi daerah seperti QRIS, virtual account, mobile banking, internet banking dan kanal perbankan lainnya sebagai bagian dari infrastruktur pelayanan publik.

“Semakin banyak pilihan kanal pembayaran yang tersedia dan mudah digunakan, maka semakin besar peluang masyarakat untuk memenuhi kewajiban perpajakannya maupun kewajiban,” tuturnya.

Said Idrus berharap TP2DD Kabupaten Banjar mampu menjadikan momentum ini sebagai bagian dari proses transformasi yang berkelanjutan.

“Kita tidak ingin digitalisasi hanya menjadi sebuah program atau kegiatan tahunan. Kita ingin membangun ekosistem digitalisasi transaksi daerah yang berkelanjutan, terintegrasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta pemerintah daerah,” harapnya lagi.

Sementara itu, Kepala BPKPAD Banjar Nashrullah Shadiq menyampaikan, berdasarkan paparan dari perwakilan BI Kalsel, Kabupaten Banjar saat ini masih berada di peringkat ke-24 se-Kalimantan dalam hal indeks digitalisasi. Menanggapi hal tersebut, dirinya menyiapkan sejumlah program strategis untuk mendongkrak perolehan skor dan memperluas ekosistem transaksi non tunai.

“Salah satu program utama yang sedang diinisiasi adalah penerapan pembayaran retribusi parkir menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Selain itu, Pemkab Banjar juga mendorong seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pengelola retribusi agar menerapkan metode pembayaran berbasis QRIS,” ungkapnya.

Sejauh ini, lanjut Nashrullah penerapan transaksi nontunai di Kabupaten Banjar menunjukkan perkembangan positif di beberapa sektor publik, seperti layanan rumah sakit dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Banyak masyarakat yang kini mulai memanfaatkan QRIS sebagai kanal pembayaran utama saat mengakses layanan kesehatan.

Meski demikian, Nashrullah mengakui adanya tantangan dalam memperluas ekosistem nontunai. Wilayah Kabupaten Banjar yang mayoritas bukan daerah perkotaan membuat penggunaan transaksi digital belum sepenuhnya familiar, khususnya bagi kalangan orang tua dan masyarakat di daerah perdesaan yang terbiasa menggunakan uang tunai.

“Untuk mengatasi hal ini, kami akan meningkatkan sosialisasi serta mendorong para pelaku usaha untuk menyediakan fasilitas kode QRIS,” ucapnya.

Sebagai langkah konkret ke depan, Nashrullah juga berencana menyusun program motivasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) agar lebih aktif melakukan transaksi non tunai. Skema pemberian apresiasi bagi ASN dengan tingkat penggunaan QRIS tertinggi sedang dikaji dan akan dikoordinasikan lebih lanjut bersama Bank Indonesia.

Di akhir kegiatan, dilakukan penyerahan apresiasi kepada SKPD/Pengelola QRIS sebagai Pengguna QRIS dengan transaksi terbesar kepada Dinas PUPR dan RSUD Ratu Zalecha. Kategori dengan frekuensi transaksi terbanyak diraih oleh UPTD Puskesmas Kertak Hanyar serta kategori perangkat daerah terefort/pendukung dalam layanan pembuatan QRIS diraih oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan.

Sumber : Media Center Banjar

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Salurkan 10.000 Liter Air Bersih di 16 Lokasi Terdampak Kekeringan, Polres Banjar Siapkan Bantuan Bergilir

9 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Jukung Diduga Tenggelam, Warga Ditemukan Meninggal di Waduk Riam Kanan

9 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Pemko Banjarbaru Tuntaskan Rangkaian Pasar Murah Bersubsidi di Lima Kelurahan

9 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Dinsos Kalsel Dorong Masyarakat Manfaatkan Layanan Perlinsos Digital

9 Oktober 2026 - 18:33 WIB

Kemenkop Perkuat Kapasitas Pengurus Koperasi, Diskop UKM Kalsel Apresiasi Literasi Perkoperasian

9 Oktober 2026 - 18:30 WIB

Dorong Investigasi Teknis, Pemprov Kalsel Koordinasikan Penanganan Rumah Roboh di Kertak Hanyar

9 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Trending di ADVERTORIAL