Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

NASIONAL · 25 Mei 2026 17:58 WIB

Pada Akhir Mei 2026, Curah Hujan Rendah Diprediksi Dominasi Cuaca Indonesia


 Pada Akhir Mei 2026, Curah Hujan Rendah Diprediksi Dominasi Cuaca Indonesia Perbesar

Ricek.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) rilis prakiraan curah hujan rendah hingga menengah yang masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia pada dasarian III Mei 2026 atau periode 21–31 Mei 2026.

Dalam pandangan iklim terbaru BMKG pada Senin (25/5/2026), disebutkan memasuki akhir Mei 2026 angin timuran diprediksi mulai aktif. Selain itu, belokan angin juga diperkirakan terjadi di sekitar wilayah ekuator yang dapat memengaruhi dinamika cuaca di Indonesia.

BMKG menjelaskan analisis atmosfer pada dasarian sebelumnya menunjukkan aktivitas gelombang atmosfer dan fenomena iklim global masih memengaruhi kondisi cuaca nasional.

Aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) sebelumnya terpantau aktif di fase 2 Samudera Hindia hingga fase 4 Kepulauan Maritim Indonesia, dan diprediksi kembali aktif hingga akhir dasarian III Mei 2026 di fase 6 Pasifik Barat.

Sementara itu, nilai indeks NINO 3.4 pada dasarian II Mei 2026 tercatat sebesar 1,00 yang menunjukkan kondisi hangat dan telah melampaui ambang netral selama empat dasarian berturut-turut.

BMKG memperkirakan peluang terjadinya El Nino lemah mencapai 100 persen, moderat 95 persen, dan kuat 60 persen. Namun demikian, BMKG mengingatkan prediksi ENSO pada periode Mei 2026 umumnya hanya akurat untuk tiga bulan ke depan sehingga perlu disikapi secara hati-hati.

Di sisi lain, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) netral diprediksi berpotensi bergerak menuju fase positif mulai Juli hingga November 2026. Kondisi tersebut dapat memengaruhi pola curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

BMKG memprediksi curah hujan selama dasarian III Mei 2026 umumnya berada pada kategori rendah hingga menengah, yakni sekitar 0–150 milimeter per dasarian. Wilayah yang diperkirakan mengalami hujan kategori rendah atau kurang dari 50 milimeter per dasarian meliputi Aceh, sebagian Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, sebagian Sumatra Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Lampung bagian timur, Jawa Barat bagian utara, sebagian Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Maluku, Papua, Papua Tengah, hingga Papua Selatan.

Meski demikian, BMKG memastikan tidak terdapat wilayah di Indonesia yang diprediksi mengalami curah hujan tinggi maupun kekeringan meteorologis dengan klasifikasi awas pada periode tersebut.

BMKG juga mengimbau masyarakat tetap memantau perkembangan informasi cuaca dan iklim terkini untuk mengantisipasi potensi dampak perubahan cuaca, terutama di sektor pertanian, kebencanaan, dan sumber daya air.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pemerintah & DPR RI Sepakati Asumsi Ekonomi Makro dalam RAPBN 2027

2 September 2026 - 23:20 WIB

Sambut MTQ Nasional XXXI 2026, Jawa Tengah Siapkan Panggung hingga Ruang Penjurian

2 September 2026 - 23:18 WIB

Rapat Paripurna DPR RI, Destry Damayanti Disetujui sebagai Gubernur BI Periode 2026-2031

1 September 2026 - 21:38 WIB

Dorong Pertumbuhan 6 Persen, Pemerintah Rancang Strategi Ekonomi & Fiskal 2027

1 September 2026 - 21:36 WIB

GMKI Perluas Ekosistem Digital, Gandeng AIM ASEAN untuk Pengembangan Kader & UMKM

29 Agustus 2026 - 16:36 WIB

Debit Air Riam Kanan Tak Bertambah Dalam Sebulan, Penanganan Karhutla Jadi Perhatian

25 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Trending di HEADLINE