Menu ✖

Mode Gelap
Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi

NASIONAL · 25 Mei 2026 17:58 WIB

Pada Akhir Mei 2026, Curah Hujan Rendah Diprediksi Dominasi Cuaca Indonesia


 Pada Akhir Mei 2026, Curah Hujan Rendah Diprediksi Dominasi Cuaca Indonesia Perbesar

Ricek.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) rilis prakiraan curah hujan rendah hingga menengah yang masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia pada dasarian III Mei 2026 atau periode 21–31 Mei 2026.

Dalam pandangan iklim terbaru BMKG pada Senin (25/5/2026), disebutkan memasuki akhir Mei 2026 angin timuran diprediksi mulai aktif. Selain itu, belokan angin juga diperkirakan terjadi di sekitar wilayah ekuator yang dapat memengaruhi dinamika cuaca di Indonesia.

BMKG menjelaskan analisis atmosfer pada dasarian sebelumnya menunjukkan aktivitas gelombang atmosfer dan fenomena iklim global masih memengaruhi kondisi cuaca nasional.

Aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) sebelumnya terpantau aktif di fase 2 Samudera Hindia hingga fase 4 Kepulauan Maritim Indonesia, dan diprediksi kembali aktif hingga akhir dasarian III Mei 2026 di fase 6 Pasifik Barat.

Sementara itu, nilai indeks NINO 3.4 pada dasarian II Mei 2026 tercatat sebesar 1,00 yang menunjukkan kondisi hangat dan telah melampaui ambang netral selama empat dasarian berturut-turut.

BMKG memperkirakan peluang terjadinya El Nino lemah mencapai 100 persen, moderat 95 persen, dan kuat 60 persen. Namun demikian, BMKG mengingatkan prediksi ENSO pada periode Mei 2026 umumnya hanya akurat untuk tiga bulan ke depan sehingga perlu disikapi secara hati-hati.

Di sisi lain, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) netral diprediksi berpotensi bergerak menuju fase positif mulai Juli hingga November 2026. Kondisi tersebut dapat memengaruhi pola curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

BMKG memprediksi curah hujan selama dasarian III Mei 2026 umumnya berada pada kategori rendah hingga menengah, yakni sekitar 0–150 milimeter per dasarian. Wilayah yang diperkirakan mengalami hujan kategori rendah atau kurang dari 50 milimeter per dasarian meliputi Aceh, sebagian Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, sebagian Sumatra Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Lampung bagian timur, Jawa Barat bagian utara, sebagian Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Maluku, Papua, Papua Tengah, hingga Papua Selatan.

Meski demikian, BMKG memastikan tidak terdapat wilayah di Indonesia yang diprediksi mengalami curah hujan tinggi maupun kekeringan meteorologis dengan klasifikasi awas pada periode tersebut.

BMKG juga mengimbau masyarakat tetap memantau perkembangan informasi cuaca dan iklim terkini untuk mengantisipasi potensi dampak perubahan cuaca, terutama di sektor pertanian, kebencanaan, dan sumber daya air.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Tim Gabungan Polri, BNN & Bea Cukai Sita Hampir 1,2 Ton Sabu dari Laboratorium Gelap di Aceh

25 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Polisi Selamatkan Induk & Anak Orang Utan Terdampak Karhutla di Kalimantan Tengah

25 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Menko Pangan Lepas Ekspor Perdana 40 Ton Terasi UMKM Asahan ke Thailand

25 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Insiden Pesawat Asian One di Papua Tengah, Kemenhub Pastikan Seluruh Penumpang & Awak Pesawat Selamat

24 Oktober 2026 - 19:50 WIB

BMKG Sebut Kondisi Relatif Kering masih Berpotensi Terjadi hingga 2 November 2026

24 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Menpora Dampingi Atlet, Indonesia Lampaui Target dengan 10 Emas Asian Para Games 2026

24 Oktober 2026 - 19:10 WIB

Trending di NASIONAL