Ricek.ID – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Kalimantan Selatan (Disperkim Kalsel) perkuat komitmen untuk mewujudkan hunian layak yang didukung lingkungan permukiman sehat, aman, nyaman, dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan dalam rangka memperingati Hari Habitat Sedunia Tahun 2026 yang mengusung tema “Hunian Layak untuk Semua: Sinergi dan Kolaborasi Mewujudkan Perumahan dan Permukiman yang Inklusif, Aman, Terjangkau, dan Berkelanjutan.”
Kegiatan diisi dengan aksi pembagian bibit tanaman, penyerahan secara simbolis bantuan sosial peningkatan kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta paket bahan kebutuhan pokok (sembako) kepada masyarakat penerima manfaat di Desa Banyu Irang, Kabupaten Tanah Laut.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel yang diwakili Asisten Bidang Administrasi Umum, Dinansyah, di Banjarbaru pada Senin (5/10/2026) mengatakan pembangunan perumahan dan permukiman merupakan bagian penting dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
“Rumah yang layak harus didukung lingkungan yang sehat, prasarana dan sarana dasar yang memadai, serta kawasan permukiman yang tertata. Di sinilah pembangunan perumahan dan kawasan permukiman menjadi bagian penting dari upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan RTLH masih menjadi salah satu tantangan yang harus ditangani secara bersama. Sebab, kondisi rumah yang tidak layak tidak hanya berkaitan dengan tempat tinggal, tetapi juga dapat berdampak terhadap kesehatan, keselamatan, kenyamanan, produktivitas, dan kualitas kehidupan keluarga.
“Karena itu, peningkatan kualitas RTLH harus kita lihat sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Hari ini kita menyerahkan secara simbolis bantuan peningkatan kualitas rumah tidak layak huni kepada para penerima bantuan dari Desa Banyu Irang, Kabupaten Tanah Laut,” katanya.
Dinansyah berharap bantuan tersebut dapat memberikan perubahan nyata bagi keluarga penerima manfaat, sehingga mereka dapat tinggal di tempat yang lebih aman, sehat, dan nyaman.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat menyelesaikan seluruh persoalan perumahan dan permukiman secara sendiri. Dengan luas wilayah dan beragamnya kondisi masyarakat, diperlukan sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, dunia usaha, perbankan, asosiasi pengembang, lembaga pendidikan, masyarakat, fasilitator, hingga para pendamping.
“Ada yang menyediakan program, ada yang memberikan dukungan pembiayaan, ada yang menyiapkan pendampingan, dan ada yang memastikan program terlaksana sampai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.
Dinansyah juga meminta Disperkim Kalsel terus memperkuat perannya sesuai kewenangan, sehingga program perumahan tidak berhenti pada pembangunan atau peningkatan kualitas rumah semata.
“Pengembangan kawasan permukiman, perumahan, prasarana, sarana dan utilitas, serta perencanaan dan pendampingan harus berjalan dalam satu arah. Bibit yang kita serahkan, bantuan rumah yang kita berikan, dan seluruh kegiatan hari ini harus menjadi bagian dari gerakan yang lebih besar untuk membangun lingkungan permukiman yang layak dan berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Disperkim Kalsel Rahmiyanti Janoezir Pamuntjak mengatakan peringatan Hari Habitat Sedunia 2026 menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian dan komitmen seluruh pemangku kepentingan terhadap pembangunan perumahan dan kawasan permukiman yang layak dan berkelanjutan.
Menurutnya, aksi pembagian bibit tanaman tidak sekadar kegiatan penghijauan, tetapi menjadi simbol penting bahwa hunian yang layak harus berjalan seiring dengan lingkungan permukiman yang sehat.
“Rumah yang sehat membutuhkan lingkungan yang sehat. Kawasan permukiman yang nyaman membutuhkan ruang terbuka dan penghijauan. Karena itu, pembangunan perumahan dan pembangunan lingkungan harus dilaksanakan secara terpadu dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya hunian dan lingkungan permukiman yang layak, mendorong sinergi lintas sektor, meningkatkan kepedulian terhadap kualitas lingkungan melalui penghijauan, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan tempat tinggal.
“Kami berharap peringatan Hari Habitat Tahun 2026 dapat menjadi momentum untuk semakin memperkuat kolaborasi seluruh pihak dalam penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman di Kalimantan Selatan,” tuturnya.
Khususnya, lanjut Rahmiyanti, kolaborasi tersebut diarahkan pada peningkatan kualitas RTLH, penyediaan prasarana, sarana dan utilitas, peningkatan kualitas lingkungan permukiman, serta penguatan partisipasi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, bantuan sosial peningkatan kualitas RTLH yang diserahkan kepada penerima manfaat senilai Rp20 juta, sekaligus dilengkapi dengan penyerahan bibit tanaman dan paket sembako.
Bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam membantu meningkatkan kualitas hunian sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat.
Penyerahan bibit tanaman secara simbolis turut melibatkan perwakilan pemerintah pusat, penerima bantuan RTLH dan Kepala Desa Banyu Irang, sejumlah SKPD, DPD, perbankan, sekolah, serta jajaran karyawan Disperkim Kalsel.
Melalui momentum Hari Habitat Sedunia 2026, Pemprov Kalsel menegaskan bahwa pembangunan perumahan tidak hanya berbicara mengenai tersedianya rumah, tetapi juga bagaimana menghadirkan lingkungan permukiman yang sehat, tertata, inklusif, aman, terjangkau, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.
Sumber : MC Kalsel














