Menu

Mode Gelap
Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan

ADVERTORIAL · 31 Jul 2026 07:40 WIB

Perkuat Ketahanan Daerah, Pemkab Banjar Gelar Evaluasi IKD 2026


 Perkuat Ketahanan Daerah, Pemkab Banjar Gelar Evaluasi IKD 2026 Perbesar

Ricek.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Perhitungan Mandiri Indeks Ketahanan Daerah (IKD) di Aula Kantor DPRKPLH, Martapura pada Kamis (30/7/2026).

Rakor dibuka oleh Sekda Banjar Yudi Andrea didampingi Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Haris Utomo serta narasumber dari Bidang Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kalsel Ariamsyah. Dihadiri 50 peserta terdiri dari BPBD Kalsel, BWS Kalimantan III serta sejumlah undangan.

Forum ini merupakan momentum penting dalam memperkuat sinergi antara perangkat daerah serta pemangku kepentingan guna melakukan pengukuran dan evaluasi terhadap kondisi ketahanan daerah secara objektif, komprehensif dan berbasis data.

Sekda Yudi Andrea menyampaikan IKD merupakan instrumen strategis yang memberikan gambaran mengenai tingkat ketahanan suatu daerah dalam menghadapi berbagai tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan baik dari bencana alam maupun non alam.

“Melalui pengukuran ini, kita dapat mengidentifikasi kekuatan sekaligus mengantisipasi titik-titik kelemahan yang perlu diperbaiki,” ujarnya.

Yudi juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk menyajikan data yang valid, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan dalam proses penilaian IKD. Hal ini krusial agar hasil pengukuran mampu mencerminkan kondisi riil Kabupaten Banjar di lapangan.

“Hasil dari evaluasi IKD 2026 ini nantinya tidak hanya menjadi angka pencapaian, melainkan akan dijadikan landasan utama dalam penyusunan kebijakan, perencanaan pembangunan daerah, mitigasi risiko, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut Sekda menjelaskan, tolak ukur keberhasilan pembangunan suatu daerah tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi atau persentase pembangunan infrastruktur semata, tetapi juga dari kemampuan daerah dalam menjaga stabilitas, meningkatkan ketahanan sosial, memperkuat tata kelola pemerintahan serta menjaga kelestarian lingkungan demi mewujudkan masyarakat yang tangguh.

Yudi mengajak seluruh peserta untuk berperan aktif memberikan masukan dan memperkuat koordinasi lintas sektor agar dokumen IKD 2026 dapat menjadi acuan yang konkret dan tujuan bagi arah pembangunan Kabupaten Banjar ke depan.

Sumber : Media Center Banjar

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

DKUMPP Bersama Dekranasda Kabupaten Banjar Gelar Pelatihan Menjahit Tahun 2026

31 Juli 2026 - 19:25 WIB

Tiga Wirausaha Muda Asal Kabupaten Banjar Berhasil Raih Penghargaan WMP di Tingkat Provinsi

31 Juli 2026 - 19:22 WIB

Dinsos Kalsel Gelar Anjangsana ke Mantan Gubernur & Wagub pada Peringatan Harjad ke-76

31 Juli 2026 - 19:19 WIB

Lintasan Atletik Rampung, Dinas PUPR Kalsel Serahkan Pengelolaan Stadion 17 Mei Banjarmasin kepada Dispora

31 Juli 2026 - 19:17 WIB

Berhasil Cetak Talenta Unggul, Pemilihan Wirausaha Muda Berprestasi Kalsel 2026 Berlangsung Sukses

31 Juli 2026 - 19:13 WIB

Melesat ke 25 Besar Nasional, Pelayanan Investasi Banjarbaru Raih Predikat “Sangat Baik”

31 Juli 2026 - 17:39 WIB

Trending di Banjarbaru