Menu

Mode Gelap
MV Hai Da Bawa 69 Korban Selamat KM Virgo Tiba di Banjarmasin KM Virgo Transport 8: 107 Selamat, 6 Meninggal, 136 Masih Dicari KM Virgo Transport 8, 103 Orang Telah Dievakuasi dari Perairan Laut Jawa Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, Bawa 243 Orang Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha

ADVERTORIAL · 5 Sep 2026 20:44 WIB

Perkuat Penanganan Karhutla Kalsel, Wamenko Pangan Waspadai Ancaman Iklim & Keterbatasan Air


 Perkuat Penanganan Karhutla Kalsel, Wamenko Pangan Waspadai Ancaman Iklim & Keterbatasan Air Perbesar

Ricek.ID – Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq, mengingatkan Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk mewaspadai ancaman kekeringan dan keterbatasan air seiring meningkatnya indikator fenomena iklim yang berpotensi memperburuk kondisi karhutla.

Peringatan tersebut disampaikan Hanif usai mengikuti rapat koordinasi penanganan karhutla di Poslap 1 Guntung Damar, Banjarbaru pada Jumat (4/9/2026).

Ia menjelaskan, kondisi iklim saat ini memiliki karakter berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Perkembangan indikator El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD) perlu menjadi perhatian karena dapat berpengaruh terhadap ketersediaan curah hujan.

“Kalau 0,4 itu artinya benar-benar Indian Ocean Dipole-nya positif dan itu artinya jumlah hujan akan semakin sedikit untuk bisa kita modifikasi cuaca,” jelasnya.

Menurut Hanif, kondisi tersebut menunjukkan bahwa operasi modifikasi cuaca saja tidak cukup dijadikan sebagai strategi utama dalam menghadapi ancaman karhutla.

“Upaya kita selama ini mengandalkan operasi modifikasi cuaca sebagai langkah penjagaan permanen ternyata dikalibrasi oleh alam masih belum lengkap,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah daerah didorong memperkuat pengelolaan lanskap, terutama tata kelola air di kawasan yang memiliki potensi kebakaran tinggi.

Hanif menyebut, dalam rapat koordinasi terungkap adanya penurunan muka air di Karang Intan yang menjadi salah satu sumber air bagi sistem penyediaan air minum Banjarbakula. Penurunan juga terjadi pada Dam Riam Kanan.

“Terjadi penurunan muka air yang cukup signifikan di Karang Intan. Karang Intan itu suatu tempat pengambilan sumber air dari PDAM Banjarbakula. Nah, itu turun sampai 4 cm selama 10 hari. Sementara Dam Riam Kanan setiap hari tercatat turun 2,5 cm,” ungkapnya.

Kondisi tersebut, lanjut Hanif, harus menjadi perhatian serius karena air memiliki dua fungsi penting, yakni untuk penanganan karhutla sekaligus memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

“Kita tidak boleh lagi membandingkan masyarakat yang sudah terpapar asap kemudian air tidak ada. Ini tentu menjadi tanggung jawab kita memikirkan dengan cermat,” tegasnya.

Ia meminta jajaran terkait segera menyusun neraca air untuk memastikan ketersediaan dan prioritas pemanfaatan air, baik bagi kebutuhan penanganan karhutla maupun kebutuhan masyarakat.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Wagub Kalsel Hadiri Seminar Kebangsaan & Kuliah Perdana IAI KHAS Al-Arsyadi Kandangan

16 September 2026 - 21:47 WIB

Sambangi Korban Kapal Virgo Transport 8, Gubernur Kalsel Serahkan Bantuan Uang Pribadi

16 September 2026 - 21:41 WIB

Terima Aspirasi Masyarakat, Pemkab Banjar Akan Segera Tindaklanjuti Tuntutan Warga Rantau Bakula

16 September 2026 - 20:08 WIB

Disdukcapil Kalsel Monitoring Perekaman KTP-el Pemilih Pemula di SMAN 1 Banjarbaru

16 September 2026 - 20:05 WIB

Pemprov Kalsel Tegaskan Layanan Publik & Penguatan Fiskal Jadi Fokus RAPBD 2027

16 September 2026 - 20:03 WIB

Kemarau Mencekik Warga Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Turun Langsung Salurkan Air Bersih

16 September 2026 - 19:15 WIB

Trending di ADVERTORIAL