Menu

Mode Gelap
Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar

HEADLINE · 18 Apr 2025 22:40 WIB

Perludem Cium Aroma Manipulasi Pemilih di PSU


 Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini, saat jadi narasumber dalam Diskusi dan Sosialisasi Jaga Suara PSU Pilkada Banjarbaru, Jumat (18/4/2025) sore. foto-hendra Perbesar

Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini, saat jadi narasumber dalam Diskusi dan Sosialisasi Jaga Suara PSU Pilkada Banjarbaru, Jumat (18/4/2025) sore. foto-hendra

Riceknews.Id – Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini, mewanti-wanti penyelenggaraan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, yang digelar besok Sabtu, 19 April. Titi menyampaikan, jangan sampai terjadi PSU jilid 2 lantaran terulang lagi pelanggaran.

Menurutnya, PSU harus dikawal ketat, sebab PSU merupakan putusan MK sebagai perbaikan atau meluruskan yang keliru dari Pilkada yang sebelumnya telah melanggar konstitusi.

“PSU Banjarbaru harus dilakukan dengan demokratis, konstitusional, Luber – Jurdil, dan terpenuhi hak-hak pemilih,” kata Titi, saat jadi narasumber dalam Diskusi dan Sosialisasi Jaga Suara PSU Pilkada Banjarbaru, Jumat (18/4/2025) sore.

Dosen Hukum Tata Negara di Universitas Indonesia ini menilai, potensi pelanggaran pada PSU di Kota Idaman tersebut masih ada. Salah satunya potensi memanipulasi pemilih, dengan cara mengubah frekuensi autentik pemilih. Padahal, kata Titi, pemilih harus bebas memilih tanpa ada intervensi dari siapa pun.

“Frekuensi itu bisa dibelokkan dengan uang, intimidasi, tekanan, dan berita bohong atau hoaks,” terang Titi.

Titi lantas mewanti – wanti adanya manipulasi pemilih dengan cara menghembuskan isu dengan berbagai narasi, seperti menyuarakan seolah-olah jika memilih kolom kosong itu adalah salah, dengan alasan jika kolom kosong menang maka daerah itu tidak akan bisa maju karena tidak adanya pemimpin definitif.

Titi menyebut itu sering terjadi dan menjadi tantangan dalam PSU di Banjarbaru ini. “Kota Makassar pernah menang kotak kosong pada 2018. Tidak ada tuh yang menyebut Makassar jadi mundur. Kemudian yang terbaru di Pangkalpinang dan Bangka, (pemerintahannya) tetap jalan kok,” terang Titi menyebut Pj hanya memimpin sementara menuju pemilihan ulang.

“Ada putusan MK dan Permendagri yang menyebutkan, ketika suatu daerah dipimpin oleh Penjabat (Pj), itu kewenangannya sama dengan kepala daerah definitif, seperti penetapan APBD dan penyusunan perencanaan pembangunan daerah. Saya pastikan, daerah tidak akan stagnan sementara dipimpin Pj menuju pemilihan selanjutnya,” sambungnya.

Terkait anggaran yang dinilai merugikan daerah, jika melaksanakan Pilkada ulang karena kolom kosong menang, menurutnya hal itu sudah dijamin undang – undang, bahwa jika APBD tidak cukup maka APBN yang akan menutupi kekurangannya.

“Kalau warga yang disalahkan karena memilih kolom kosong itu keliru, kenapa tidak menyalahkan partai politik yang menginginkan pasangan calon tunggal,” tegas Titi.

Ia menekankan, pemilih punya hak memilih pasangan calon atau memilih kolom kosong. Hal itu merupakan hak yang diberikan dan dijamin oleh konstitusi. Oleh karena itu, Titi menyerukan jangan ragu memilih atas keyakinan sendiri tanpa ada manupulasi pihak lain.

“Pesan saya, besok jangan ragu memilih sesuai keyakinan dan jangan merasa bersalah jika ingin memilih kolom kosong. Itu hak yang dijamin konstitusi. Dalam bilik suara adalah rahasia, hanya kita dan tuhan yang tahu. Besok jangan lupa membawa e-KTP dan surat undangan ke TPS,” pesan Titi kepada pemilih.

Lebih jauh, Titi juga menyoroti potensi manipulasi aturan dan manipulasi hasil suara. Titi bilang, penyelenggara bisa saja tergelincir, aturan bisa disimpangkan, penegak hukum bisa belok, dan pemilih bisa kena manipulasi.

“PSU Banjarbaru harus dilakukan dengan demokratis, konstitusional, Luber – Jurdil, dan terpenuhi hak-hak pemilih. Oleh karena itu, maka masyarakatlah yang menjadi tiang harapan untuk menjadi penyeimbang dari potensi-potensi tersebut,” kata Titi.

Ia juga berpesan kepada penyelenggara pemilu agar benar – benar profesional dan berintegritas dalam menjalankan PSU di Kota Banjarbaru.

Jaga Suara

Koordinator Gerakan Jaga Suara, Hadar Nafis Gumai, yang turut menjadi narasumber pada diskusi tersebut mengajak pemilih warga Banjarbaru agar turut menjaga suara mereka di tiap TPS.

“Saya mengajak semua pemilih, setelah nyoblos jangan langsung pulang, atau kalau mau pulang kembali lagi saat penghitungan suara. Kemudian difoto formulir C-Hasil semuanya, lalu kirim ke jagasuara2024.org,” ajak Hadar.

Hadar juga memastikan, bahwa semua orang boleh mendokumentasikan C-Hasil di tiap TPS tanpa kecuali.

“Proses penghitungan suara seluruhnya itu dilakukan secara terbuka. Kalau ada yang melarang mendokumentasikan itu salah. Karena setiap warga berhak memfoto,” pungkasnya.

Untuk diketahui, PSU Pilkada Banjarbaru besok diikuti pasangan calon tunggal melawan kolom kosong, yaitu nomor urut 1 Erna Lisa Halaby dan Wartono dan nomor urut 2 kolom kosong.

Pewarta: Hendra

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Kejagung Geledah Kantor BGN Pusat Usai Pencopotan Dadan

3 Juni 2026 - 12:15 WIB

Tembus 3,08 Persen, Inflasi Tahunan Mei 2026 Didominasi Kenaikan Harga Pangan

2 Juni 2026 - 19:52 WIB

Jadi Korban Begal Payudara, Santriwati di Martapura Alami Trauma Berat

2 Juni 2026 - 17:00 WIB

Prabowo Tegaskan Pancasila Pedoman Membangun Bangsa, Tak Hanya Sekadar Slogan

1 Juni 2026 - 20:26 WIB

Terjadi Pembubaran Ibadah di Bantul, Menag: “Tak Boleh Terulang Lagi”

31 Mei 2026 - 18:49 WIB

Ungkap Penyalahgunaan BBM Subsidi, BPH Migas Minta Masyarakat Tak Takut Melapor

31 Mei 2026 - 18:37 WIB

Trending di HEADLINE