Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

Kab. Banjar · 2 Agu 2024 13:56 WIB

Starlink Jadi Solusi Tuntaskan Blank Spot di Kabupaten Banjar


 Pemkab Banjar melalui Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) berencana menggunakan layanan Starlink. foto-MC Banjar Perbesar

Pemkab Banjar melalui Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) berencana menggunakan layanan Starlink. foto-MC Banjar

Pemkab Banjar melalui Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) berencana menggunakan layanan Starlink.

Penggunaan Starlink bakal dipasang di wilayah pelosok, sebagai solusi pengentasan blank spot (tidak ada internet).

Menindaklanjuti rencana tersebut, Bidang Penyelenggaraan E-Government DKISP Banjar melaksanakan Sosialisasi Layanan Starlink menghadirkan perwakilan Smartfren for Business, di Aula Cakrawala DKISP, Martapura, Kamis (1/8/2024).

Kepala DKISP Banjar HM Aidil Basith melalui Kabid E-Government Cornelius Kristiyanto mengatakan, Pemkab Banjar terus berupaya meningkatkan kualitas jaringan telekomunikasi hingga ke pelosok desa.

Menurutnya, menggunakan layanan Starlink lebih pengaplikasiannya, serta koneksi internet lebih memadai guna meningkatkan efektivitas layanan publik.

“Dengan adanya layanan Starlink, kami berharap masalah koneksi internet dan daerah blank spot dapat teratasi untuk terciptanya layanan publik yang lebih cepat dan efektif,” ucapnya.

Sementara, Tim Smartfren Business Account Manager Region Kalimantan Sandy Wisuda Adi Pradana menjelaskan, internet Starlink menggunakan jaringan satelit low earth orbit (LEO) atau satelit orbit rendah bumi.

“Dengan satelit LEO, Starlink mampu menyediakan akses internet ke lokasi terpencil atau area yang memiliki tantangan geografis yang tidak dapat dijangkau oleh infrastruktur komunikasi konvensional,” ujar Sandy.

Menurut Sandy, Starlink dapat memberikan konektivitas dengan latensi yang lebih rendah, sehingga pengalaman komunikasi pun menjadi lebih mulus.

Sebagai ilustrasi, bila menggunakan teknologi VSAT bisa memberikan latensi 700-600 ms maka Starlink bisa memberikan latensi yang stabil di bawah 100 ms.

“Hal ini akan mempengaruhi pengalaman pengguna, baik dalam mengoperasikan alat pemantau dari jarak jauh, pengiriman pesan teks atau video, hingga kebutuhan lainnya,” imbuhnya.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Salurkan 10.000 Liter Air Bersih di 16 Lokasi Terdampak Kekeringan, Polres Banjar Siapkan Bantuan Bergilir

9 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Jukung Diduga Tenggelam, Warga Ditemukan Meninggal di Waduk Riam Kanan

9 Oktober 2026 - 19:02 WIB

Optimalkan PAD, TP2DD Banjar Dorong Perluasan Transaksi Digital

9 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Gelar Bimtek Olahan Waluh di Sungai Batang, DKPP Banjar Tingkatkan Nilai Jual Pangan Lokal

8 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Bakesbangpol Kabupaten Banjar Fasilitasi Peran Masyarakat Tangkal Radikalisme & Berita Hoaks

8 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Sosialisasi Penggunaan Pestisida Aman, Distan Banjar Jaga Kesehatan Petani & Lingkungan

8 Oktober 2026 - 19:58 WIB

Trending di ADVERTORIAL