Menu

Mode Gelap
DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel

DAERAH · 16 Jun 2026 17:29 WIB

Wamenko Pangan Ikuti Panen Cabai, Dukung Ketahanan Pangan & Kendali Inflasi


 Wamenko Pangan Ikuti Panen Cabai, Dukung Ketahanan Pangan & Kendali Inflasi Perbesar

Ricek.ID – Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq ikuti panen cabai di lahan Kelompok Tani (Poktan) Gawi Bersama, Desa Tawia, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) pada Senin (15/6/2026).

Kegiatan tersebut turut didampingi Bupati HSS Syafrudin Noor, Wakil Bupati HSS Suriani, jajaran Forkopimda, kepala SKPD Kabupaten HSS, serta sejumlah kepala SKPD Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Hadir di antaranya Kepala Bappeda Kalsel, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan, Kepala Dinas Kehutanan, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).

Panen cabai tersebut merupakan bagian dari program prioritas nasional Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) yang menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga komoditas strategis.

Dalam rilis pada Selasa (16/6/2026), Hanif Faisol Nurofiq menegaskan cabai merupakan salah satu komoditas yang memiliki pengaruh besar terhadap laju inflasi di Kalimantan Selatan. Karena itu, kontribusi Kabupaten HSS dalam menjaga pasokan dan kestabilan harga cabai dinilai sangat penting.

“Cabai menjadi salah satu penyumbang inflasi di Kalimantan Selatan. Kontribusi Hulu Sungai Selatan sangat besar dalam menjaga kestabilan harga komoditas ini,” ujarnya.

Hanif menjelaskan fluktuasi harga cabai terjadi sangat cepat sehingga memerlukan pengelolaan rantai pasok yang baik dari tingkat petani hingga pasar.

Menurutnya, informasi harga dari hilir hingga hulu harus terus dipantau agar tidak merugikan petani maupun konsumen.

“Kita tahu harga cabai bisa naik turun dengan cepat. Bahkan pergerakan harganya bisa berubah setiap jam. Karena itu, informasi harus dikawal bersama agar rantai pasok berjalan baik dan petani tidak dirugikan,” katanya.

Selain persoalan pasar, Hanif juga menyoroti karakteristik tanaman cabai yang membutuhkan perawatan intensif. Tanaman ini cukup sensitif terhadap kondisi cuaca, terutama curah hujan yang tinggi, sehingga memerlukan ketelatenan dalam proses budidaya.

Desa Tawia sendiri menjadi salah satu desa yang diusulkan masuk dalam program KSPEAN. Di kawasan tersebut direncanakan pengembangan lahan pertanian cabai seluas 20 hektare. Saat ini, sekitar 5 hektare lahan telah ditanami cabai oleh Poktan Gawi Bersama.

Pengembangan kawasan cabai di Desa Tawia diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian daerah, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi melalui ketersediaan pasokan cabai yang berkelanjutan di Kalimantan Selatan.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Kemarau Ancam 330 Hektare Sawah di Kabupaten Banjar, Petani Usul Sumur Bor Cegah Gagal Panen

1 Agustus 2026 - 11:54 WIB

DKUMPP Bersama Dekranasda Kabupaten Banjar Gelar Pelatihan Menjahit Tahun 2026

31 Juli 2026 - 19:25 WIB

Tiga Wirausaha Muda Asal Kabupaten Banjar Berhasil Raih Penghargaan WMP di Tingkat Provinsi

31 Juli 2026 - 19:22 WIB

Dinsos Kalsel Gelar Anjangsana ke Mantan Gubernur & Wagub pada Peringatan Harjad ke-76

31 Juli 2026 - 19:19 WIB

Lintasan Atletik Rampung, Dinas PUPR Kalsel Serahkan Pengelolaan Stadion 17 Mei Banjarmasin kepada Dispora

31 Juli 2026 - 19:17 WIB

Berhasil Cetak Talenta Unggul, Pemilihan Wirausaha Muda Berprestasi Kalsel 2026 Berlangsung Sukses

31 Juli 2026 - 19:13 WIB

Trending di ADVERTORIAL