Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

Pemprov Kalsel · 3 Mar 2026 17:07 WIB

Disdikbud Kalsel Perkuat Pendidikan Nonformal, Dorong Lulusan Lebih Kompetitif


 Disdikbud Kalsel Perkuat Pendidikan Nonformal, Dorong Lulusan Lebih Kompetitif Perbesar

Banjarbaru, Ricek.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan (Disdikbud Kalsel) mengakselerasi penguatan pendidikan nonformal sebagai strategi menekan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.

Langkah tersebut ditegaskan Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, saat menghadiri kegiatan “Penguatan Kelembagaan Nonformal dalam Peningkatan Mutu Pendidikan dan Penanganan Anak Putus Sekolah Tahun 2026” di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Kalimantan Selatan.

Menurut Tantri, pendidikan nonformal kini menjadi jalur strategis untuk menjangkau anak-anak yang terhambat melanjutkan pendidikan formal. Program kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C tetap menjadi fondasi utama, namun diperkuat dengan model pembelajaran yang lebih adaptif melalui integrasi sistem formal dan nonformal.

Tak hanya berfokus pada akses, Disdikbud Kalsel juga menekankan pentingnya kualitas lulusan. Untuk itu, pihaknya menggandeng pemerintah kabupaten/kota guna mengintegrasikan pelatihan kecakapan hidup (life skill) dalam kurikulum pendidikan kesetaraan.

“Langkah ini bertujuan agar lulusan memiliki kompetensi dan daya saing di dunia kerja,” ujar Tantri, Selasa (3/3/2026).

Transformasi digital turut menjadi bagian dari pembenahan. Sejumlah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) telah mengimplementasikan pembelajaran jarak jauh serta asesmen berbasis komputer guna meningkatkan efektivitas dan fleksibilitas proses belajar.

Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra. Foto: MCKalsel

Meski demikian, tantangan masih membayangi. Capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 dinilai belum optimal. Rendahnya minat baca serta tingginya paparan media sosial disebut menjadi faktor yang memengaruhi konsentrasi dan kualitas belajar peserta didik.

Tantri menegaskan bahwa keberhasilan program tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang digelar, melainkan dari dampak nyata terhadap peningkatan kemampuan siswa.

“Keberhasilan pendidikan diukur dari siswanya dan hasil belajarnya. Kegiatan yang dilaksanakan harus memberikan dampak nyata, bukan sekadar menggugurkan kewajiban,” tegasnya.

Melalui penguatan kelembagaan, kolaborasi lintas daerah, serta transformasi pembelajaran, Disdikbud Kalsel mendorong pendidikan nonformal menjadi instrumen efektif untuk memastikan setiap anak tetap memperoleh haknya atas pendidikan dan memiliki bekal kompetensi untuk bersaing di masa depan.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Antisipasi Gangguan Pasokan Air Baku, BPAM Banjarbakula Siapkan Intake Darurat 450 Liter per Detik

20 Oktober 2026 - 19:29 WIB

Perluas Ruang Kolaborasi Riset & Inovasi, BRIDA Kalsel Siapkan Inovasi Expo

20 Oktober 2026 - 19:27 WIB

BRIDA Kalsel Anugerahkan Pemenang KIA & Lomba Karya Tulis Ilmiah 2026

20 Oktober 2026 - 19:24 WIB

BPAM Banjarbakula Selesaikan Perbaikan Pipa 1.200 mm, Suplai Air Baku Kembali Normal

20 Oktober 2026 - 19:21 WIB

86 Persen Tercapai, Pemprov Kalsel Optimalkan Pembalikan Tanah & Edukasi Petani Cegah Karhutla

20 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Optimalkan Stok & Penyaluran Beras, Pemprov Kalsel Perkuat Tata Kelola Cadangan Pangan

20 Oktober 2026 - 19:15 WIB

Trending di ADVERTORIAL