Ricek.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) melalui Dinas Sosial (Dinsos) hadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Taruna Siaga Bencana (Tagana) tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial RI dan diikuti oleh seluruh Kepala Dinsos Provinsi se-Indonesia bersama Forum Komunikasi Tagana dari berbagai daerah.
Kepala Dinsos Provinsi Kalsel, M. Farhanie di Banjarbaru pada Kamis (30/4/2026) menyampaikan dalam kegiatan tersebut, Pemprov Kalsel berhasil meraih penghargaan dari Menteri Sosial atas dedikasi dan kontribusi Tagana dalam penanganan bencana.
“Alhamdulillah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendapatkan piagam penghargaan dari Bapak Menteri Sosial. Tagana kita dinilai luar biasa, militan, dan aktif dalam berbagai penanganan bencana, termasuk turut membantu bencana nasional di Aceh dan Sumatera,” ujarnya.
Farhanie menambahkan, penghargaan tersebut juga diberikan kepada beberapa provinsi lain seperti Maluku Utara, Nusa Tenggara, serta sejumlah daerah di Sumatera dan Aceh sebagai bentuk apresiasi atas kinerja Tagana di lapangan.
Menurut Farhanie, Menteri Sosial dalam sambutannya menyampaikan Tagana merupakan garda terdepan dalam penanggulangan bencana.
“Pesan dari Bapak Menteri Sosial sangat jelas, bahwa Tagana adalah relawan yang datang paling awal dan pulang paling akhir. Ini menunjukkan dedikasi luar biasa dalam membantu masyarakat terdampak bencana,” katanya.
Lebih lanjut, Farhanie menegaskan penghargaan ini menjadi tantangan bagi Kalsel untuk terus meningkatkan kapasitas dan kesiapan Tagana ke depan.
Ia mengakui, dari sisi jumlah personel, Tagana di Kalsel masih terbatas, sehingga perlu adanya penguatan sumber daya manusia dan sarana prasarana.
“Ke depan, kita akan terus meningkatkan kualitas SDM Tagana melalui pelatihan-pelatihan. Saat ini juga ada beberapa orang yang mengikuti peningkatan kapasitas, baik Tagana Madya maupun Tagana Utama,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga telah mengusulkan penambahan sarana pendukung penanganan bencana, seperti mobil dapur umum, mobil water treatment, serta tangki air bersih.
“Kita masih memiliki keterbatasan, misalnya dapur umum yang efektif hanya satu unit. Saat bencana banjir di Kabupaten Banjar kemarin, kita cukup kewalahan dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama logistik makanan,” ungkapnya.
Farhanie berharap melalui dukungan pemerintah daerah dan pusat, kebutuhan sarana prasarana tersebut dapat segera terpenuhi guna meningkatkan respons cepat dalam penanganan bencana di Kalimantan Selatan.
“Ini menjadi perhatian kita bersama, agar ke depan penanganan bencana bisa lebih optimal dan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi dengan lebih baik,” pungkasnya.
Sumber : MC Kalsel













