Menu

Mode Gelap
Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes

ADVERTORIAL · 9 Agu 2026 17:29 WIB

Hadapi Kekeringan & Serangan Tungro, Distan Banjar Andalkan Pertanian Modern PM-AAS


 Hadapi Kekeringan & Serangan Tungro, Distan Banjar Andalkan Pertanian Modern PM-AAS Perbesar

Ricek.ID – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar melalui Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura menggelar pertemuan petugas (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan) POPT PHP di Aula Distan pada Kamis (6/8/2026) lalu.

Kegiatan dihadiri Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Nurul Chatimah berserta jajaran, Kepala BPTPH Provinsi Kalsel Lestari, dan Petugas POPT.

Dalam rilis pada Minggu (9/8/2026), Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Nurul Chatimah, mengungkapkan tantangan di lapangan kian kompleks akibat pola tanam petani setempat. Pada musim tanam pertama di bulan Oktober para petani menggunakan varietas unggul, terutama di kawasan Optimasi Lahan (Opla) yang berhasil dipanen bulan Januari.

“Pada musim tanam kedua di bulan Februari, sebagian besar petani beralih menggunakan varietas lokal yang telah menjadi turun-temurun. Sayangnya, keputusan ini berisiko tinggi ketika diserang wabah virus tungro sebagian besar wilayah kecamatan Beruntung Baru,” ungkap Nurul.

Belum sempat pulih dari serangan tungro, tanaman lokal tersebut kembali dihantam oleh Dampak Perubahan Iklim (DPI) berupa kekeringan ekstrem seiring datangnya musim kemarau. Akibat hantaman ganda ini, luas lahan pertanian yang terdampak melonjak signifikan dari semula sekitar 100 hektar kini menjadi lebih dari 200 hektar.

Menindaklanjuti hasil rapat bersama Dewan, pihak dinas bergerak cepat menyiapkan langkah mitigasi dan usulan bantuan benih bagi petani terdampak kekeringan untuk periode Okmar (Oktober–Maret).

“Usulan tersebut mencakup bantuan benih Opla, Program PM-AAS (Pertanian Modern Advanced Agriculture System) yang merupakan sistem budidaya padi intensif berbasis teknologi dari Kementerian Pertanian yang mengintegrasikan mekanisasi modern, teknologi presisi, dan pola tanam terarah. Tujuannya untuk mendongkrak produktivitas hasil panen, mengefisienkan biaya produksi, dan mensejahterakan petani,” ujar Nurul.

Pertemuan berlangsung dinamis saat para petugas POPT bergantian memaparkan hasil investigasi terbaru mereka dari berbagai wilayah. Beberapa ancaman yang mencuat dan memerlukan penanganan segera di antaranya adalah maraknya serangan virus tungro serta hama lainnya.

Situasi serangan hama dan tantangan iklim ini tentu menjadi alarm bagi semua pihak untuk bergerak cepat. Mengingat padi bukan sekadar komoditas pangan utama, melainkan urat nadi dan tulang punggung perekonomian bagi sebagian besar masyarakat di Kabupaten Banjar, menjaga kelestarian sawah sama artinya dengan mengamankan masa depan daerah.

Sumber : Media Center Banjar

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Wali Kota Banjarbaru Lepas Kontingen Jambore Nasional Pramuka XII 2026

10 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Wali Kota Banjarbaru Serahkan Bonus Bagi Juara & Kafilah di MTQN XXXVII Provinsi Kalsel

10 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Menag RI Kukuhkan Pengurus BP4 Kalsel, Tambrin Dipercaya sebagai Ketua Dewan Pengurus

10 Agustus 2026 - 08:50 WIB

Pagelaran Wastra Nusantara Pamor Borneo 2026, Ketua Dekranasda Kalsel Tampilkan Sasirangan Khas Banua

10 Agustus 2026 - 08:44 WIB

Menag RI Kunjungi Provinsi Kalsel, Ajak Masyarakat Jaga Persatuan & Alam

9 Agustus 2026 - 19:37 WIB

Tutup UKW SMSI Se-Kalselteng, Wali Kota Banjarmasin Tekankan Etika & Akurasi Informasi

9 Agustus 2026 - 18:33 WIB

Trending di Banjarmasin