Menu

Mode Gelap
Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti Polisi Amankan Pria Diduga Pelaku Begal Payudara di Martapura, Akui Beraksi di 7 Lokasi Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura

ADVERTORIAL · 18 Agu 2026 18:59 WIB

Dinas PUPR Kalsel Turunkan 53 Personel Cegah Karhutla & Perkuat Pembasahan Hutan Lindung


 Dinas PUPR Kalsel Turunkan 53 Personel Cegah Karhutla & Perkuat Pembasahan Hutan Lindung Perbesar

Ricek.ID – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Selatan (PUPR Kalsel) turunkan puluhan personel sekaligus mengoperasikan sejumlah pompa untuk menjaga kawasan hutan lindung tetap basah selama musim kemarau sebagai bagian pencegahan dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Sebanyak 53 personel PUPR Kalsel mulai diturunkan sejak 10 Agustus 2026. Mereka ditempatkan di Posko Karhutla yang berada di kawasan Hutan Lindung Jalan Makmur, Kota Banjarbaru, berkolaborasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel.

Kepala Dinas PUPR Kalsel M. Yasin Toyib melalui Kepala Seksi Irigasi dan Air Baku, Herry Ade Permana, pada Selasa (18/8/2026) mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya antisipasi menghadapi potensi peningkatan Karhutla yang diperkirakan mencapai puncaknya pada September mendatang.

“Sebetulnya sebelum Karhutla terjadi dan sebelum kemarau, sejak Mei kami sudah melakukan pembasahan dengan membuka pintu Karhutla di BRK 9 Cinde Alus,” ujarnya.

Menurut Herry, pintu tersebut terus dibuka dengan debit air sekitar 0,47 meter kubik per detik. Pembasahan dilakukan untuk menjaga kawasan Guntung Damar dan area sekitar Bandara Syamsudin Noor tetap memiliki suplai air yang cukup.

Hasil pemantauan terbaru, katanya, kawasan hingga ujung Guntung Damar masih dalam kondisi basah. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa upaya pembasahan yang dilakukan secara berkelanjutan cukup efektif menjaga kelembapan kawasan rawan Karhutla.

“Yang kami cek kemarin masih basah sampai ke ujung Guntung Damar, termasuk area Bandara dan sekitarnya,” jelas Herry.

Dalam mendukung pembasahan hutan lindung di kawasan Jalan Makmur, Dinas PUPR Kalsel mengoperasikan sejumlah peralatan, di antaranya satu unit pompa berukuran 8 inci, dua unit pompa 4 inci, serta pompa apung.

Peralatan tersebut dioperasikan secara maksimal, bahkan selama 24 jam, untuk menyuplai air dari jaringan irigasi maupun saluran pembuang menuju kawasan hutan lindung.

Air yang dialirkan selanjutnya diteruskan secara estafet oleh petugas Dinas Kehutanan untuk membasahi area hutan lindung. Dengan demikian, kawasan tersebut diharapkan tidak mengalami kekeringan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

“Konsepnya air dari irigasi dan saluran pembuang kami angkat atau alirkan menuju hutan lindung. Setelah itu teman-teman kehutanan melanjutkan pembasahan ke area hutan lindung,” terangnya.

Herry menambahkan, keterlibatan Dinas PUPR dalam penanganan Karhutla lebih difokuskan pada penyediaan infrastruktur pengendalian air dan memastikan ketersediaan debit untuk mendukung kegiatan pembasahan.

Untuk mendukung operasional di lapangan, Dinas PUPR Kalsel juga mendirikan satu posko utama dengan dua tenda di ujung Jalan Makmur, Kota Banjarbaru. Lokasi tersebut berada berdampingan dengan saluran air yang menjadi salah satu sumber suplai menuju kawasan hutan lindung.

Upaya pengendalian air di kawasan tersebut sebenarnya telah dilakukan sejak beberapa tahun sebelumnya. Dinas PUPR Kalsel membangun sejumlah pintu pengatur atau tabet pada jaringan saluran yang berada di sekitar kawasan hutan lindung.

Infrastruktur tersebut kini kembali dimanfaatkan untuk mendukung pencegahan Karhutla melalui pembasahan kawasan rawan kebakaran.

“Jadi kami menyiapkan infrastruktur dan debit air untuk pembasahan. Itu yang selama ini menjadi keterlibatan PUPR dalam penanganan Karhutla,” pungkas Herry.

Melalui sinergi antara PUPR dan Dinas Kehutanan Kalsel, pembasahan kawasan hutan lindung akan terus dilakukan selama kondisi kemarau berlangsung sebagai langkah antisipasi untuk menekan potensi meluasnya Karhutla di wilayah Banjarbaru dan sekitarnya.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pemkab Kotabaru Gelar Pisah Sambut Kepala Kejaksaan Negeri Kotabaru

21 Agustus 2026 - 09:02 WIB

Tekan Inflasi, Pemkab Kotabaru Buka Bazar Dagang 2026 Serta Luncurkan KEPO & Kios Jukung Pangan

20 Agustus 2026 - 16:55 WIB

Kabut Asap Masih Selimuti Jalur Tala-Banjarbaru, Pemdes Gunung Raja Bagikan Masker kepada Pengendara

20 Agustus 2026 - 16:25 WIB

Polres Tanah Laut Gelar Salat Istisqa, Berdoa di Tengah Kemarau dan Ancaman Karhutla

19 Agustus 2026 - 21:07 WIB

Wali Kota Banjarmasin Sambut Kajari Baru, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum & Pembangunan Daerah

18 Agustus 2026 - 22:54 WIB

Dispersip Banjar Gelar “Seibu Pertiwi” Meriahkan Hari Jadi & HUT RI ke-81

18 Agustus 2026 - 19:13 WIB

Trending di ADVERTORIAL