Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

ADVERTORIAL · 19 Okt 2026 19:45 WIB

RSUD Ansari Saleh Matangkan Pembangunan Pusat Jantung Terpadu & Kedokteran Nuklir


 RSUD Ansari Saleh Matangkan Pembangunan Pusat Jantung Terpadu & Kedokteran Nuklir Perbesar

Ricek.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) terus mematangkan rencana pembangunan Pusat Jantung Terpadu dan Kedokteran Nuklir di RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh. Proyek yang ditetapkan Gubernur Kalsel ini ditargetkan mulai dibangun pada 2027 dan dapat beroperasi pada awal 2029, guna memperkuat layanan kesehatan rujukan sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pengobatan ke luar Kalimantan.

Direktur RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Provinsi Kalsel, dr. Tabiun Huda, pada Senin (19/10/2026) mengatakan perencanaan awal melalui penyusunan desain dan master plan telah dilakukan. Kedua fasilitas tersebut dirancang berada dalam satu kawasan rumah sakit agar pelayanan diagnosis, penanganan, hingga terapi pasien dapat berlangsung lebih efisien dan terintegrasi.

“Konsepnya dibangun dalam satu kawasan agar alur diagnosis dan terapi lebih efisien. Jadi, pelayanan tidak terpisah-pisah sehingga penanganan pasien bisa lebih optimal,” ujarnya.

Untuk mendukung pembangunan tersebut, lahan seluas sekitar 5.407 meter persegi telah disiapkan. Berdasarkan desain awal, kawasan ini direncanakan memiliki dua gedung menara, yakni Tower A untuk Pusat Jantung Terpadu setinggi delapan lantai dan Tower B untuk layanan kedokteran nuklir yang juga mencakup fasilitas rawat inap.

Total luas bangunan kedua menara diperkirakan mencapai 13.799 meter persegi. Saat ini, konsultan masih melakukan survei lapangan, termasuk pengumpulan data tanah dan topografi sebagai bagian dari penyusunan studi kelayakan pembangunan.

Tabiun menjelaskan, tahapan perencanaan juga mencakup pemaparan laporan pendahuluan dan peninjauan master plan untuk penyusunan studi kelayakan Pusat Jantung Terpadu dan Kedokteran Nuklir pada 12 Oktober 2026.

Menurutnya, kesiapan pembangunan tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga harus diimbangi dengan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.

Karena itu, pihak rumah sakit menyiapkan strategi pemenuhan tenaga medis melalui kerja sama dengan rumah sakit lain serta pengusulan pendidikan dokter untuk mengambil spesialisasi sesuai kebutuhan layanan.

“Kami menyiapkan SDM secara bertahap, termasuk melalui kerja sama dengan rumah sakit lain dan mengusulkan dokter-dokter muda untuk mengambil pendidikan spesialis yang dibutuhkan. Jadi, sambil pembangunan berjalan, kebutuhan tenaga medis juga kami penuhi secara bertahap,” jelasnya.

Tabiun menyebutkan, pembangunan fisik direncanakan berlangsung sekitar dua tahun, mulai 2027. Dengan perencanaan yang matang dan dukungan seluruh pihak, rumah sakit berharap fasilitas tersebut dapat mulai beroperasi pada awal 2029.

Ia menegaskan, kehadiran Pusat Jantung Terpadu di Kalsel diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan jantung, termasuk tindakan medis yang membutuhkan fasilitas dan tenaga spesialis tertentu.

Selama ini, pasien yang memerlukan penanganan jantung kompleks, termasuk bedah jantung, kerap harus dirujuk ke Pulau Jawa. Meskipun biaya pengobatan dapat ditanggung melalui BPJS Kesehatan sesuai ketentuan, pasien dan keluarga tetap berpotensi menghadapi beban biaya transportasi, akomodasi, serta kebutuhan hidup selama menjalani perawatan.

“Kalau layanan ini tersedia di Kalimantan Selatan, waktu pelayanan bisa lebih cepat dan biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk perjalanan serta tinggal di luar daerah dapat ditekan,” ungkapnya.

Keberadaan fasilitas tersebut juga diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat dari provinsi tetangga yang membutuhkan layanan jantung terpadu. Dengan demikian, Kalsel berpeluang memperkuat perannya sebagai salah satu pusat pelayanan kesehatan rujukan di kawasan Kalimantan.

Tabiun menambahkan, realisasi proyek ini membutuhkan komitmen kuat, baik dalam penyelesaian perencanaan, pembangunan infrastruktur, maupun pemenuhan tenaga medis dan sarana pendukung.

“Harapannya, seluruh tahapan berjalan lancar sehingga target pembangunan dan operasional bisa tercapai. Ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat sesuai visi Gubernur Kalimantan Selatan,” pungkasnya.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Penanganan Karhutla, Gubernur Kalsel Gagas Pembangunan Embung Mini di Kawasan Pengembangan Program Pangan

19 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Gubernur Kalsel Sambut Kunjungan KSAD & Kepala BNPB, Tinjau Kawasan Karhutla & Serahkan Usulan Bantuan

19 Oktober 2026 - 21:05 WIB

Dorong Kampung Purun Jadi Wisata Edukasi, Pemko Banjarbaru Godok Rencana Pembangunan Sentra UMKM

19 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Profesor Husaini : Asap Karhutla Bukan Kutukan Alam, tetapi Alarm Krisis Lingkungan

19 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Renovasi Rampung, Wali Kota Banjarbaru Resmikan Wajah Baru TPA Darul Falah Cempaka

19 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Dorong Masyarakat Cerdas Menyaring Informasi, Pemko Buka Festival Literasi Banjarbaru 2026

19 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Trending di ADVERTORIAL