Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

ADVERTORIAL · 19 Okt 2026 20:15 WIB

Pemkab Banjar Mediasi PT MMI & Warga Rantau Bakula Bahas Ganti Rugi


 Pemkab Banjar Mediasi PT MMI & Warga Rantau Bakula Bahas Ganti Rugi Perbesar

Ricek.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar memediasi PT Merge Mining Industry (MMI) dengan warga Desa Rantau Bakula, Kecamatan Sungai Pinang, khususnya warga RT 4, untuk mencari penyelesaian atas persoalan ganti rugi. Mediasi berlangsung di Aula Barakat lantai 2 Kantor Bupati Banjar, Martapura pada Senin (19/10/2026).

Mediasi dipimpin Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Banjar Ikhwansyah, didampingi Kapolres Banjar AKBP Boni Ariefianto. Pertemuan tersebut menindaklanjuti permintaan PT MMI agar pemerintah daerah memfasilitasi mediasi dengan warga.

Ikhwansyah mengatakan, pertemuan telah dilaksanakan, tetapi masih terdapat sejumlah poin yang belum disepakati kedua belah pihak. Salah satu persoalan utama adalah penentuan nilai ganti rugi.

“Pertemuan hari ini sudah kita laksanakan bersama, walaupun tadi kita dengar masih ada beberapa poin yang belum ada kesepakatan kedua belah pihak,” ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Banjar menyarankan pembentukan tim penyelesaian sengketa independen untuk melakukan penilaian terhadap objek yang akan diganti rugi. Tim tersebut diharapkan dapat membantu menemukan kesepakatan yang dapat diterima PT MMI maupun warga.

“Mudah-mudahan dengan tim penyelesaian sengketa ini, kedua belah pihak, baik dari MMI maupun warga Rantau Bakula khususnya RT 4, memperoleh kata sepakat sehingga apa yang dikeluhkan warga dapat kita selesaikan bersama-sama,” katanya.

Ikhwansyah menjelaskan, objek yang akan dinilai meliputi tanah, rumah dan bangunan lainnya. Hasil penilaian tim independen diharapkan menjadi dasar pertimbangan yang adil bagi kedua belah pihak serta sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.

“Objek ganti rugi itu ada yang tanah, ada yang rumah atau bangunan. Intinya hal itu yang nanti akan dipelajari oleh tim. Diharapkan tim independen membuat seadil-adilnya untuk kedua belah pihak,” jelasnya.

Selain persoalan ganti rugi, Pemkab Banjar juga menaruh perhatian terhadap isu kesehatan dan perlindungan anak yang menjadi bagian dari keluhan warga. Ikhwansyah menyampaikan bahwa dokumen terkait persoalan tersebut telah disampaikan kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Ia mengatakan, pihaknya menerima apresiasi dari KPAI terkait perlindungan hak anak di wilayah tersebut. Sementara itu, seluruh warga disebut telah terdaftar dalam program BPJS.

“Dari Perlindungan Anak Indonesia kita dapat apresiasi karena hak-hak anak di sana sudah terlindungi. Untuk kesehatan, semua warga di sana sudah masuk dalam program BPJS,” ungkapnya.

Untuk memastikan kondisi warga tetap terpantau, Pemkab Banjar meminta Dinas Sosial serta Dinas Kesehatan terus melakukan pemantauan di lapangan.

Ikhwansyah menambahkan, sebelumnya pemerintah daerah juga telah membentuk tim terpadu untuk menindaklanjuti berbagai keluhan masyarakat. Adapun penyelesaian persoalan ganti rugi masih memerlukan kesepakatan kedua belah pihak.

Menurutnya, pembentukan tim independen akan dipelajari terlebih dahulu oleh Bagian Hukum Setda Banjar sebelum proses penyelesaian dilanjutkan.

“Penyelesaian ini kan masalah harga, harus ada kesepakatan kedua belah pihak, makanya kita bentuk tim penyelesaian independen yang sebelumnya dipelajari dulu oleh Kabag Hukum Setda Banjar,” pungkasnya.

Sumber : Media Center Banjar

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Penanganan Karhutla, Gubernur Kalsel Gagas Pembangunan Embung Mini di Kawasan Pengembangan Program Pangan

19 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Gubernur Kalsel Sambut Kunjungan KSAD & Kepala BNPB, Tinjau Kawasan Karhutla & Serahkan Usulan Bantuan

19 Oktober 2026 - 21:05 WIB

Dorong Kampung Purun Jadi Wisata Edukasi, Pemko Banjarbaru Godok Rencana Pembangunan Sentra UMKM

19 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Profesor Husaini : Asap Karhutla Bukan Kutukan Alam, tetapi Alarm Krisis Lingkungan

19 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Renovasi Rampung, Wali Kota Banjarbaru Resmikan Wajah Baru TPA Darul Falah Cempaka

19 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Dorong Masyarakat Cerdas Menyaring Informasi, Pemko Buka Festival Literasi Banjarbaru 2026

19 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Trending di ADVERTORIAL