Menu

Mode Gelap
Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes

ADVERTORIAL · 1 Agu 2026 21:57 WIB

Dana Transfer ke Daerah Menurun, DPRD Banjar Minta Pemkab Genjot PAD


 Dana Transfer ke Daerah Menurun, DPRD Banjar Minta Pemkab Genjot PAD Perbesar

Ricek.ID – Di tengah menurunnya dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, DPRD Kabupaten Banjar mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar agar meningkatkan target pendapatan daerah.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Banjar, Irwan Bora, usai memimpin rapat Badan Anggaran (Banggar) bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan agenda pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2027 sebagai pedoman penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni pada Senin (27/7/2026).

“Anggota Banggar menginginkan pendapatan daerah lebih meningkat dibanding tahun kemarin. Karena proyeksi pendapatan pada APBD Murni Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp1,824 triliun atau terjadi penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Target APBD Murni 2026 mencapai Rp2,287 triliun,” ujarnya dalam rilis pada Sabtu (1/8/2026).

Atas dasar itu, politisi Gerindra ini meminta agar anggota Banggar DPRD menekankan Pemkab Banjar untuk lebih memaksimalkan pendapatan daerah melalui sumber lainnya, khususnya dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang saat ini dinilai masih stagnan dalam memberikan kontribusi kepada daerah, selain dari sektor pajak.

“Memang untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) diproyeksikan meningkat sekitar 5 hingga 6 persen. Karena itu, anggota Banggar DPRD akan menggenjot lagi agar PAD di Kabupaten Banjar dapat lebih maksimal dalam pembahasan selanjutnya,” katanya.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, Yudi Andrea selaku Ketua TAPD, juga mengungkapkan hal serupa. Proyeksi pendapatan pada APBD Murni 2027 diperkirakan berada di kisaran Rp1,824 triliun atau mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Penurunan itu sangat berpengaruh terhadap APBD kita karena asumsi dana transfer dari pusat turun sekitar 25 persen,” ucapnya.

Karena itu jelas Yudi, Pemkab Banjar akan berupaya meningkatkan pendapatan daerah, di antaranya dengan mendorong BUMD meningkatkan dividen serta memaksimalkan pendapatan dari sektor pajak dan retribusi daerah.

“Kita tetap berupaya agar dividen BUMD meningkat, tetapi skalanya masih terbatas. Upaya yang lebih besar tetap melalui optimalisasi pajak dan retribusi daerah,” ungkapnya.

Yudi juga menjelaskan, dalam rancangan APBD 2027, target PAD diproyeksikan sebesar Rp357.239.842.791 atau naik sekitar 5,59 persen dibandingkan target PAD Tahun 2026 sebesar Rp338.323.659.801.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Tingkatkan Kapasitas & Kompetensi Pengrajin, Dekranasda Banjarmasin Dorong Inovasi Sasirangan Pewarna Alam

10 Agustus 2026 - 19:50 WIB

Torehkan Prestasi di Kejurda Panahan Pelajar 2026, Nadhifa Tiandra Wahyudi Raih Dua Medali

10 Agustus 2026 - 19:47 WIB

Perkuat Langkah Pengendalian Inflasi, Pemprov Kalsel Akan Perluas Operasi Pasar

10 Agustus 2026 - 19:46 WIB

Sekda Banjarmasin Buka FGD Strategi Pengembangan Seni Budaya Islam

10 Agustus 2026 - 19:22 WIB

DKUMPP Banjar Laksanakan Pembinaan & Pendampingan UMKM Inklusif Pengaron

10 Agustus 2026 - 19:19 WIB

Wagub Kalsel Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dalam Tabligh Akbar di Sabilal Muhtadin

10 Agustus 2026 - 19:16 WIB

Trending di ADVERTORIAL