Menu ✖

Mode Gelap
Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi

DAERAH · 30 Apr 2025 20:13 WIB

Data BPS: Tingkat Pengangguran di Banjar Didominasi Lulusan SMA di Tengah Bonus Demografi


 Ilustrasi pemuda mencari kerja. (AI/Gemini) Perbesar

Ilustrasi pemuda mencari kerja. (AI/Gemini)

Riceknews.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banjar mencatat angka pengangguran yang signifikan di kalangan penduduk usia kerja, terutama lulusan SMA sederajat.

Data terakhir yakni Agustus 2024 menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Banjar mencapai 2,71 persen.

Kepala BPS Banjar, Arih Dwi Prasetyo, menjelaskan bahwa dari total 447,28 ribu penduduk usia kerja (15 tahun ke atas), sebanyak 71,03 persen atau 317,70 ribu termasuk dalam Angkatan Kerja (TPAK). Sisanya, 28,97 persen, tidak aktif bekerja karena berbagai alasan seperti mengurus rumah tangga atau masih bersekolah.

“Dari setiap 100 penduduk yang termasuk dalam TPAK, terdapat dua hingga tiga orang yang menganggur. Bahkan, angka pengangguran di kalangan lulusan SMA sederajat lebih tinggi, mencapai 3,89 persen,” ungkap Arih.

Arih mengidentifikasi beberapa faktor penyebab tingginya angka pengangguran lulusan SMA, termasuk kurangnya kesadaran diri untuk mencari kerja, kebijakan yang ada, serta tingkat kesulitan penyerapan tenaga kerja di daerah.

Fenomena ini terjadi bersamaan dengan bonus demografi yang dialami Kabupaten Banjar, yaitu lonjakan jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun).

Arih mengingatkan bahwa bonus demografi dapat menjadi keuntungan jika lapangan pekerjaan mampu menyerapnya. “Namun, jika tidak, bonus demografi justru dapat menjadi bumerang yang menghasilkan banyak pengangguran,” tuturnya.

Lebih lanjut, data BPS juga menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja di Kabupaten Banjar, yaitu 56,57 persen, berada dalam kategori pekerja informal (berusaha sendiri, usaha dibantu buruh tidak tetap, pekerja bebas, serta pekerja keluarga atau tidak dibayar).

“Dominasi pekerja informal ini kontras dengan pekerja formal, yaitu mereka yang berusaha dibantu buruh tetap atau menjadi buruh/karyawan,” pungkas Arih.

Tingginya angka pencari kerja di Kabupaten Banjar mengindikasikan adanya tantangan dalam penyerapan tenaga kerja di daerah selama tahun 2024.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Wabup Banjar Tegaskan Tiga Fungsi Utama Pesantren di Hari Santri 2026

23 Oktober 2026 - 05:03 WIB

Kabupaten Banjar Terima Banpres Rp20 Miliar untuk Penanggulangan Karhutla, Bupati Ucapkan Terima Kasih

23 Oktober 2026 - 04:57 WIB

Kumpulkan Seluruh SKPD, Diskominfo Banjarbaru Dorong Pembangunan Daerah Berbasis Data Akurat

22 Oktober 2026 - 20:32 WIB

GPM Serentak 2026 di Kota Banjarbaru, Tekan Inflasi Melalui Bahan Pokok Murah

22 Oktober 2026 - 20:28 WIB

Pemkab Banjar Distribusikan 5.000 Liter Air Bersih ke Tiga Fasilitas Pendidikan di Karang Intan

22 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Pemkab Banjar Tekankan Peran Santri Menuju Indonesia Emas Dalam Peringatan Hari Santri Nasional 2026

22 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Trending di ADVERTORIAL