Menu

Mode Gelap
Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar

DAERAH · 30 Apr 2025 20:13 WIB

Data BPS: Tingkat Pengangguran di Banjar Didominasi Lulusan SMA di Tengah Bonus Demografi


 Ilustrasi pemuda mencari kerja. (AI/Gemini) Perbesar

Ilustrasi pemuda mencari kerja. (AI/Gemini)

Riceknews.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banjar mencatat angka pengangguran yang signifikan di kalangan penduduk usia kerja, terutama lulusan SMA sederajat.

Data terakhir yakni Agustus 2024 menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Banjar mencapai 2,71 persen.

Kepala BPS Banjar, Arih Dwi Prasetyo, menjelaskan bahwa dari total 447,28 ribu penduduk usia kerja (15 tahun ke atas), sebanyak 71,03 persen atau 317,70 ribu termasuk dalam Angkatan Kerja (TPAK). Sisanya, 28,97 persen, tidak aktif bekerja karena berbagai alasan seperti mengurus rumah tangga atau masih bersekolah.

“Dari setiap 100 penduduk yang termasuk dalam TPAK, terdapat dua hingga tiga orang yang menganggur. Bahkan, angka pengangguran di kalangan lulusan SMA sederajat lebih tinggi, mencapai 3,89 persen,” ungkap Arih.

Arih mengidentifikasi beberapa faktor penyebab tingginya angka pengangguran lulusan SMA, termasuk kurangnya kesadaran diri untuk mencari kerja, kebijakan yang ada, serta tingkat kesulitan penyerapan tenaga kerja di daerah.

Fenomena ini terjadi bersamaan dengan bonus demografi yang dialami Kabupaten Banjar, yaitu lonjakan jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun).

Arih mengingatkan bahwa bonus demografi dapat menjadi keuntungan jika lapangan pekerjaan mampu menyerapnya. “Namun, jika tidak, bonus demografi justru dapat menjadi bumerang yang menghasilkan banyak pengangguran,” tuturnya.

Lebih lanjut, data BPS juga menunjukkan bahwa sebagian besar pekerja di Kabupaten Banjar, yaitu 56,57 persen, berada dalam kategori pekerja informal (berusaha sendiri, usaha dibantu buruh tidak tetap, pekerja bebas, serta pekerja keluarga atau tidak dibayar).

“Dominasi pekerja informal ini kontras dengan pekerja formal, yaitu mereka yang berusaha dibantu buruh tetap atau menjadi buruh/karyawan,” pungkas Arih.

Tingginya angka pencari kerja di Kabupaten Banjar mengindikasikan adanya tantangan dalam penyerapan tenaga kerja di daerah selama tahun 2024.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Wali Kota Banjarbaru Serahkan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Ahli Waris Ketua RT & Pekerja Rentan

4 Juni 2026 - 20:15 WIB

BPSPTPH Kalsel Dorong Modernisasi Pertanian melalui Sekolah Lapang Drone Pertanian

4 Juni 2026 - 20:10 WIB

Wajib Halal Oktober 2026, Wali Kota Banjarmasin Ajak Pelaku UMK Segera Urus Sertifikasi

4 Juni 2026 - 19:59 WIB

Sambangi Lapas, Dinkes Banjarbaru Sosialisasi Bahaya Tikus Pembawa Hantavirus

4 Juni 2026 - 19:50 WIB

Disdukcapil Kalsel & Amanah Borneo Park Jajaki Kerja Sama Pemanfaatan KIA

4 Juni 2026 - 19:33 WIB

Penutupan Lomba Imtaq Kepemudaan Kotabaru 2026 Berlangsung Meriah

4 Juni 2026 - 08:24 WIB

Trending di ADVERTORIAL