Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

ADVERTORIAL · 2 Jul 2026 06:45 WIB

Kajian Observasi Varietas Padi & Cabai Rawit Distan Banjar Amankan Hak Paten Kekayaan Hayati Lokal


 Kajian Observasi Varietas Padi & Cabai Rawit Distan Banjar Amankan Hak Paten Kekayaan Hayati Lokal Perbesar

Ricek.ID – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar melalui Bidang Sarana TPH, Perkebunan dan Peternakan bergerak cepat untuk mengamankan aset kekayaan hayati.

Bersinergi dengan UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSBTPH) Provinsi Kalimantan Selatan, sebuah kajian akademis dan observasi mendalam tengah digeber untuk mengeksplorasi Sumber Daya Genetik (SDG) lokal unggulan, yakni varietas padi dan cabai rawit di Aula Distan pada Selasa (30/6/2026).

Dalam rilis pada Rabu (1/7/2026), langkah tersebut diambil bukan tanpa alasan. Kabupaten Banjar yang membentang seluas 466.850 hektare menyimpan keberagaman agroekosistem yang luar biasa. Sayangnya, potensi SDG lokal yang melimpah ini belum sepenuhnya teridentifikasi dan terinventarisasi secara menyeluruh.

Keseriusan pemetaan ini dibuktikan dengan menggandeng lembaga penilai kesesuaian dari Kementerian Pertanian untuk melakukan uji laboratorium yang valid. Hasilnya untuk mempertegas kualitas komoditas lokal Banjar.

Cabai Rawit Capat berdasarkan sampel dari Desa A3, Kecamatan Simpang Empat, uji laboratorium menunjukkan kadar capsaicin (tingkat kepedasan) mencapai 43,33 mg/100g.

Berasal dari hamparan Desa Pematang Panjang, Kecamatan Sungai Tabuk, varietas padi lokal ini menunjukkan mutu fisik dan kimia yang solid. Hasil uji laboratorium mencatatkan rendemen beras giling yang tinggi, yakni sebesar 68,52%, dengan kadar amilosa berada di angka 29,18% serta kadar protein 6,09%. susun dan sedarhanakan kalimat yang menarik.

Ketua Tim Pelaksana, Aidi Noor MP bersama tim ahli tengah merampungkan deskripsi morfologi demi mengamankan Sertifikat Tanda Daftar Varietas Lokal dari PPVTPP Kementerian Pertanian. Langkah ini menjadi benteng hukum untuk melindungi identitas sekaligus hak paten atas varietas asli Banjar.

Lewat regulasi ini, siapa pun yang ingin mengembangkan komoditas turunan wajib mengikat perjanjian resmi terkait royalti bagi petani lokal. Alhasil, sinergi riset dan proteksi hukum ini tak hanya membentengi kekayaan alam dari klaim sepihak, tetapi juga menjadi motor penggerak kesejahteraan petani dan swasembada pangan daerah.

Turut hadir Kepala Bidang Sarana TPH, Perkebunan dan Peternakan Nurul Chatimah, Plt Kepala Bidang Prasarana TPH, Perkebunan dan Peternakan Gusti Rahmatullah, UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPSBTPH).

Sumber : Media Center Banjar

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Sasirangan Kotabaru Siap Tampil di Fashion Show Nasional

7 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Kotabaru Jadi Tuan Rumah, Malam Ramah Tamah Hari Pramuka ke-65 Digelar

7 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Gubernur Kalsel Tinjau Progres Jembatan Pulau Laut

6 Oktober 2026 - 21:18 WIB

HUT TNI ke-81, Kapolres Tanah Laut Beri Kejutan untuk Dandim

6 Oktober 2026 - 18:55 WIB

DPRD Kotabaru Minta PLN Jelaskan Pemadaman Listrik Bergilir

6 Oktober 2026 - 18:45 WIB

DPRD Kotabaru Rekomendasikan Penghitungan Ulang Suara Tidak Sah Pilkades Sampanahan

6 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Trending di ADVERTORIAL