Menu

Mode Gelap
Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes

ADVERTORIAL · 9 Agu 2026 17:26 WIB

Padamkan Karhutla Tahura Sultan Adam, Tim Gabungan Berjibaku Hadapi Medan Curam


 Padamkan Karhutla Tahura Sultan Adam, Tim Gabungan Berjibaku Hadapi Medan Curam Perbesar

Ricek.ID – Tim gabungan yang dipimpin Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel) berhasil padamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, tepatnya di Desa Awang Bangkal Barat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar pada Jumat (7/8/2026).

Respons cepat petugas berhasil mengendalikan api sehingga tidak meluas ke kawasan hutan di sekitarnya. Dalam proses pemadaman, tim juga menghadapi sejumlah kendala, mulai dari kondisi medan yang curam dan berbukit hingga tiupan angin yang cukup kencang.

Operasi pemadaman di lapangan dipimpin Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (PKSDAE) Dishut Kalsel, Rudiono Herlambang.

Rudiono pada Sabtu (8/8/2026) menjelaskan, kebakaran yang terjadi merupakan kebakaran permukaan yang menghanguskan sejumlah vegetasi, di antaranya pohon angsana, mahoni, serta tanaman hutan lainnya. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.

Menurutnya, informasi mengenai kemunculan titik api pertama kali diterima dari anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) yang tengah melaksanakan patroli rutin di kawasan Tahura Sultan Adam.

“Setelah menerima laporan, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan segera mengerahkan Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhutla) bersama tim gabungan menuju lokasi untuk melakukan pemadaman,” ujarnya.

Rudiono mengatakan, proses pemadaman tidak mudah karena lokasi kebakaran berada di kawasan dengan medan yang curam dan berbukit. Kondisi tersebut diperparah dengan angin yang cukup kencang serta bara api yang masih tersimpan pada perakaran vegetasi di bawah permukaan tanah.

“Medan di lokasi cukup curam, berbukit, serta diterpa angin kencang. Tantangan terberat kami adalah bara api yang tersimpan di dalam akar vegetasi bawah tanah. Namun, berkat dukungan armada udara berupa helikopter water bombing serta armada darat berupa mobil tangki, pompa punggung, dan motor trail, api berhasil kami lokalisasi hingga padam sepenuhnya,” jelasnya.

Operasi pemadaman melibatkan personel Dishut Kalsel, UPTD Tahura Sultan Adam, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta masyarakat sekitar.

Sinergi antarpihak tersebut mempercepat proses pengendalian sehingga kebakaran dapat ditangani tanpa menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.

Sementara itu Kepala Dishut Kalsel, Fathimatuzzahra, pada Minggu (9/8/2026) mengapresiasi kesiapsiagaan personel dan koordinasi lintas instansi dalam menangani karhutla tersebut.

“Begitu menerima laporan dari patroli MPA, kami langsung mengerahkan personel dan peralatan ke lokasi. Penanganan sedini mungkin menjadi kunci agar api tidak meluas. Kami akan terus memperkuat upaya pencegahan dan meningkatkan kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi karhutla,” katanya.

Fathimatuzzahra menegaskan, Tahura Sultan Adam merupakan kawasan konservasi yang memiliki fungsi penting sebagai kawasan pelestarian alam. Karena itu, perlindungan terhadap kawasan tersebut menjadi salah satu prioritas dalam upaya pengendalian karhutla di Kalsel.

Sebagai langkah tindak lanjut, Dishut Kalsel akan meningkatkan patroli terpadu di kawasan rawan kebakaran, memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api, serta mengoptimalkan sistem deteksi dini selama musim kemarau.

“Sebagai langkah tindak lanjut, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan akan meningkatkan patroli terpadu di kawasan rawan kebakaran, memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api, serta mengoptimalkan sistem deteksi dini selama musim kemarau guna meminimalkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya.

Dishut Kalsel juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan tidak membuang puntung rokok sembarangan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Warga Desa Salat Makmur Alami Kekeringan, BPBD Banjar Kembali Salurkan Bantuan Air Bersih

9 Agustus 2026 - 18:28 WIB

Makin Semarak, 31 SKPD & 8 Regu Dewasa Putra Berpartisipasi dalam Gerak Jalan HUT RI & Harjad Kalsel

9 Agustus 2026 - 18:25 WIB

Ketua Kwarcab Banjarmasin Tekankan Karakter Urang Banjar saat Lepas Kontingen Jamnas XII

9 Agustus 2026 - 17:42 WIB

Kota Banjarmasin Raih Juara Harapan III Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Kalsel

9 Agustus 2026 - 17:40 WIB

Kabupaten Banjar Berhasil Kawinkan Gelar Piala Gubernur Kalsel & Pangdam Cup XXII

9 Agustus 2026 - 17:31 WIB

Hadapi Kekeringan & Serangan Tungro, Distan Banjar Andalkan Pertanian Modern PM-AAS

9 Agustus 2026 - 17:29 WIB

Trending di ADVERTORIAL