Menu

Mode Gelap
Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes

INTERNASIONAL · 7 Okt 2024 11:53 WIB

Perusahaan di Jepang Uji Coba AI Gantikan Tenaga Kerja Manusia


 ilustrasi. foto-kledo.com Perbesar

ilustrasi. foto-kledo.com

Sejumlah perusahaan di Jepang mulai uji coba gunakan kecerdasan buatan (AI) sebagai upaya bertahan dalam krisis kurangnya jumlah tenaga kerja di dunia.

Dilansir The Mainichi, Ridgelinez Ltd., anak perusahaan Fujitsu Ltd., dan anak perusahaan pengecer suku cadang mobil Autobacs Seven Co. memulai uji coba asisten AI “Rachel” pada Agustus lalu.

Asisten ini dapat merekomendasikan produk berdasarkan jenis layanan yang dibutuhkan pelanggan, model mobil, serta stok yang tersedia.

“Manusia masih dibutuhkan untuk mengganti komponen, tetapi AI membantu meringankan beban kerja tenaga penjualan mobil. Ia harus memiliki pengetahuan yang luas, sebab mobil yang berbeda sering kali perlu suku cadang tertentu,” ucap seorang pejabat Ridgelinez.

Di negara yang sama, Oki Eletric Industry Co. dan Kyushu Railway Co. juga mulai uji coba asisten AI trilingual, bisa berbicara bahasa Jepang, Inggris, dan Mandarin. AI ini memberikan panduan peta stasiun dan membantu perpindahan kepada penumpang.

Terpisah, perusahaan rintisan asal Tokyo, Sapeet Co., menciptakan AI yang berguna untuk melatih staf dalam hal layanan pelanggan dan diterapkan di sebuah toko perhiasan pada Juli lalu.

Hal ini menunjakan bahwa keterampilan tenaga untuk penjualan berkinerja tinggi dalam interaksi pelanggan dan meniru percakapan dengan pelanggan untuk pelatihan staff. Namun, tetap ada perbedaan dalam berdialog dengan manusia seperti faktor emosional dan lain hal.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pembentukan Organisasi AI Global WAICO, Indonesia Resmi Jadi Negara Pendiri

17 Juli 2026 - 20:24 WIB

Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Lintas Negara, Indonesia & Tiongkok Laksanakan Pertukaran Buronan

16 Juli 2026 - 17:49 WIB

Gelar Pertemuan di Sela Forum WSIS 2026, Indonesia & Tiongkok Perkuat Kerja Sama Digital

13 Juli 2026 - 19:57 WIB

Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Menlu RI Tegaskan Komitmen Perkuat Hubungan Bilateral dengan Iran

12 Juli 2026 - 18:41 WIB

Tekankan Perlindungan Anak di Ruang Digital, Indonesia Dorong Tata Kelola AI Global dalam Forum Perdana PBB

8 Juli 2026 - 18:12 WIB

Berpartisipasi di INNOPROM 2026, Belasan Perusahaan ILMATE Indonesia Bidik Investasi & Transfer Teknologi dari Rusia

8 Juli 2026 - 18:04 WIB

Trending di EKOBIS