Kotabaru, Ricek.ID – Pembangunan gedung perawatan di RS Pangeran Jaya Sumitra Kotabaru terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga awal April 2026, progres fisik pembangunan telah mencapai 80 persen.
Secara fisik, bangunan utama kini sudah berdiri dan memasuki tahap akhir pengerjaan, seperti pemasangan plafon serta pekerjaan finishing.
Direktur RS PJS Kotabaru, drg. Andrian Wijaya, M.M menyampaikan, pembangunan gedung tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan pimpinan daerah.
“Pembangunan ini menggunakan dua skema anggaran, yakni dari APBD dan kompensasi yang diakomodir pihak perusahaan, salah satunya PT STC,” ujarnya, Rabu 1 April 2026.
Selain gedung perawatan, pihak rumah sakit juga menargetkan pembangunan lanjutan untuk Instalasi Bedah Sentral (IBS) dalam waktu dekat. Rencana tersebut telah dikoordinasikan dengan pemerintah daerah dan mendapat respons positif.
“Pembangunan IBS nantinya akan kembali melibatkan PT STC bersama PT Pulau Intan,” jelasnya.
Menurut Andrian, pengembangan fasilitas ini menjadi penting seiring rencana pengadaan alat cath lab atau layanan jantung melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan dengan nilai sekitar Rp26 miliar.
“Ini penting karena kita juga sudah mengusulkan pengadaan alat cath lab atau jantung,” tambahnya.
Ia menekankan, kesiapan infrastruktur harus sejalan dengan kesiapan sumber daya manusia, khususnya dokter spesialis jantung dan tenaga perawat pendukung.
“Kita harapkan bulan ini setelah libur Lebaran sudah bisa berlanjut ke pembangunan IBS,” pungkasnya.
Dengan capaian tersebut, pembangunan fasilitas kesehatan di RS PJS Kotabaru diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan medis bagi masyarakat, khususnya dalam penanganan penyakit jantung dan layanan bedah.

