Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong percepatan transformasi ekonomi digital melalui penyelenggaraan Festival Antasari 2025 yang digelar di Mahligai Pancasila, Banjarmasin. Festival ini merupakan kepanjangan dari Akselerasi dan Transformasi Ekonomi Digital Terkini.
Gubernur Kalsel, H. Muhidin, melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalsel, Muhamad Muslim, menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi lintas sektor yang terjalin antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalsel, Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), serta para pemangku kepentingan lainnya.
“Festival Antasari menjadi simbol komitmen bersama untuk memperkuat transformasi ekonomi digital. Sistem pembayaran digital kini telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat, terutama pelaku UMKM yang semakin akrab dengan layanan keuangan digital yang cepat, aman, dan transparan,” ujar Muhamad Muslim dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa digitalisasi sistem pembayaran tak hanya mempermudah aktivitas perdagangan, namun juga memperluas akses keuangan serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
“Digitalisasi mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, selaras dengan visi pembangunan Kalsel,” imbuhnya.
Festival ini juga menjadi ajang apresiasi bagi para pelaku ekonomi digital yang berkontribusi nyata, sekaligus wadah kolaborasi dan sinergi lintas sektor dalam memperkuat inovasi serta literasi digital masyarakat.
Menurut laporan TP2DD, Provinsi Kalimantan Selatan menunjukkan kemajuan signifikan dalam penerapan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Seluruh kabupaten dan kota di Kalsel telah terintegrasi dalam sistem ETPD, menandai kesiapan menuju tata kelola pemerintahan yang lebih digital dan efisien.
Festival Antasari 2025 diharapkan menjadi ruang edukasi, inovasi, dan kolaborasi yang memperkuat fondasi ekonomi digital Kalimantan Selatan—modern, inklusif, dan berdaya saing.

