Wakil Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Kalimantan Selatan, drg. Hj. Ellyana Trisya Hasnuryadi, melakukan kunjungan pembinaan ke Posyandu Lestari di Kelurahan Sungai Miai, Banjarmasin. Posyandu ini merupakan salah satu posyandu percontohan yang diharapkan menjadi model dalam penerapan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam memperkuat peran posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan dasar masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Ellyana meninjau langsung kegiatan pelayanan, berdialog dengan kader posyandu, serta menyerahkan sejumlah bantuan sosial.
Bantuan yang diberikan meliputi rehabilitasi sosial untuk rumah tidak layak huni, bantuan sosial bagi penyandang disabilitas, bantuan CSR berupa biaya sambungan rumah dan fasilitas cuci tangan, serta paket sembako bergizi untuk anak-anak dan ibu hamil. Selain itu, piagam penghargaan juga diserahkan kepada Posyandu Lestari sebagai bentuk apresiasi atas perannya sebagai posyandu percontohan.
Acara turut dihadiri oleh Wali Kota Banjarmasin, H.M. Yamin, dan Ketua TP PKK Kota Banjarmasin, Hj. Neli Listriani, yang menunjukkan dukungan pemerintah kota terhadap peningkatan kualitas posyandu.
Dalam sambutannya, Ellyana menekankan pentingnya posyandu dalam mendukung enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, perumahan, ketertiban, dan perlindungan masyarakat.
“Posyandu merupakan titik awal dari sistem pelayanan dasar. Kegiatan sederhana seperti penimbangan balita, edukasi ibu hamil, dan penyuluhan gizi memberikan dampak besar dan berkelanjutan. Oleh karena itu, perhatian dan dukungan terhadap posyandu harus terus ditingkatkan,” tegasnya.
Sebagai posyandu percontohan, Posyandu Lestari diharapkan menjadi rujukan bagi posyandu lain dalam mengembangkan inovasi pelayanan serta memperkuat peran aktif masyarakat dalam pembangunan kesehatan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis Tim Pembina Posyandu Provinsi Kalsel dan TP PKK dalam mendorong perbaikan layanan dasar yang kolaboratif dan berkelanjutan, khususnya di tingkat kelurahan dan desa.

