Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

Pemprov Kalsel · 16 Okt 2025 07:08 WIB

Jelang Nataru, TPID Kalsel Gelar Rapat Strategis Kendalikan Inflasi


 Pemprov Kalsel bersama BI, dan pemangku kepentingan, menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (15/10/2025). Foto: MC Kalsel Perbesar

Pemprov Kalsel bersama BI, dan pemangku kepentingan, menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (15/10/2025). Foto: MC Kalsel

Surabaya, Ricek.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), bersama Bank Indonesia (BI), dan seluruh pemangku kepentingan, menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (15/10/2025).

Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi dan menjaga stabilitas harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

Gubernur Kalsel sekaligus Ketua TPID Kalsel, H. Muhidin, menegaskan bahwa pengendalian inflasi merupakan prioritas utama pemerintah daerah.

“Inflasi yang terkendali berarti kesejahteraan masyarakat terjaga. Kita harus pastikan harga pangan strategis tetap stabil, terutama menjelang HBKN Nataru,” ujar Muhidin.

Gubernur Muhidin meminta seluruh kepala daerah se-Kalsel untuk lebih proaktif. Ia menekankan agar Bupati dan Wali Kota memperkuat koordinasi dengan TPID, memantau harga harian, dan segera melakukan intervensi jika terjadi gejolak.

“Operasi pasar murah, penguatan cadangan pangan, dan dukungan distribusi harus dilakukan secara cepat dan tepat,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur juga menyoroti peran dunia usaha. Ia menyebut dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah langkah baik, namun harus diimbangi dengan pengelolaan pasokan yang juga baik.

“Di sinilah peran swasta, BUMD, dan asosiasi pangan sangat penting dalam menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan di pasar,” tambah Muhidin.

Pertemuan HLM ini turut dihadiri oleh Forkopimda Kalsel, para Bupati/Wali Kota se-Kalsel, pimpinan SKPD, serta perwakilan instansi vertikal.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Gubernur Kalsel Kunjungi RSUD Ansari Saleh, Tinjau Rencana Pembangunan Gedung Kedokteran Nuklir & Pusat Layanan Jantung Terpadu

26 Juni 2026 - 19:49 WIB

Dispora & FORSGI Kalsel Dorong Pembinaan Atlet melalui Festival Sepak Bola Usia Dini U-10 & U-12

26 Juni 2026 - 19:40 WIB

Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII Gorontalo 2026, Kalsel Raih Sejumlah Prestasi Membanggakan

26 Juni 2026 - 18:19 WIB

Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru Gelar Open House, Kenalkan Program Ini bagi Masyarakat Umum

26 Juni 2026 - 18:02 WIB

Kemenko Polkam RI Sebut Sekolah Rakyat Efektif Memutus Mata Rantai Kemiskinan

26 Juni 2026 - 17:59 WIB

Diskominfo Kalsel Siap Dukung Lion Air Publikasikan Pembukaan Rute Internasional Banjarmasin–Kuala Lumpur

25 Juni 2026 - 21:58 WIB

Trending di ADVERTORIAL