Menu ✖

Mode Gelap
Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru

Pemprov Kalsel · 16 Okt 2025 07:08 WIB

Jelang Nataru, TPID Kalsel Gelar Rapat Strategis Kendalikan Inflasi


 Pemprov Kalsel bersama BI, dan pemangku kepentingan, menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (15/10/2025). Foto: MC Kalsel Perbesar

Pemprov Kalsel bersama BI, dan pemangku kepentingan, menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (15/10/2025). Foto: MC Kalsel

Surabaya, Ricek.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), bersama Bank Indonesia (BI), dan seluruh pemangku kepentingan, menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (15/10/2025).

Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi dan menjaga stabilitas harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

Gubernur Kalsel sekaligus Ketua TPID Kalsel, H. Muhidin, menegaskan bahwa pengendalian inflasi merupakan prioritas utama pemerintah daerah.

“Inflasi yang terkendali berarti kesejahteraan masyarakat terjaga. Kita harus pastikan harga pangan strategis tetap stabil, terutama menjelang HBKN Nataru,” ujar Muhidin.

Gubernur Muhidin meminta seluruh kepala daerah se-Kalsel untuk lebih proaktif. Ia menekankan agar Bupati dan Wali Kota memperkuat koordinasi dengan TPID, memantau harga harian, dan segera melakukan intervensi jika terjadi gejolak.

“Operasi pasar murah, penguatan cadangan pangan, dan dukungan distribusi harus dilakukan secara cepat dan tepat,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur juga menyoroti peran dunia usaha. Ia menyebut dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah langkah baik, namun harus diimbangi dengan pengelolaan pasokan yang juga baik.

“Di sinilah peran swasta, BUMD, dan asosiasi pangan sangat penting dalam menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan di pasar,” tambah Muhidin.

Pertemuan HLM ini turut dihadiri oleh Forkopimda Kalsel, para Bupati/Wali Kota se-Kalsel, pimpinan SKPD, serta perwakilan instansi vertikal.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Antisipasi Gangguan Pasokan Air Baku, BPAM Banjarbakula Siapkan Intake Darurat 450 Liter per Detik

20 Oktober 2026 - 19:29 WIB

Perluas Ruang Kolaborasi Riset & Inovasi, BRIDA Kalsel Siapkan Inovasi Expo

20 Oktober 2026 - 19:27 WIB

BRIDA Kalsel Anugerahkan Pemenang KIA & Lomba Karya Tulis Ilmiah 2026

20 Oktober 2026 - 19:24 WIB

BPAM Banjarbakula Selesaikan Perbaikan Pipa 1.200 mm, Suplai Air Baku Kembali Normal

20 Oktober 2026 - 19:21 WIB

86 Persen Tercapai, Pemprov Kalsel Optimalkan Pembalikan Tanah & Edukasi Petani Cegah Karhutla

20 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Optimalkan Stok & Penyaluran Beras, Pemprov Kalsel Perkuat Tata Kelola Cadangan Pangan

20 Oktober 2026 - 19:15 WIB

Trending di ADVERTORIAL