Ricek.ID, Martapura– Banjir yang melanda Desa Pekauman Dalam, Kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar, memaksa beberapa warga mencari tempat aman untuk bertahan.
Salah satu lokasi yang dijadikan pengungsian adalah atap Masjid Syiarul Islam. Muhammad Syahid, warga yang terdampak banjir, memilih tinggal di atap masjid setelah rumahnya terendam air setinggi 30–40 sentimeter.
Menurutnya, banjir mulai naik beberapa hari terakhir, sehingga aktivitas warga terganggu, termasuk untuk beristirahat.
“Karena rumah sudah terendam, saya memilih tinggal di atap masjid agar aman,” ujar Syahid, Kamis (1/1/2026).

Syahid mengungkapkan, selama tiga hari terakhir belakangan ia bertahan di masjid bersama beberapa warga lainnya termasuk.
“Air masuk ke rumah sehingga sulit untuk tidur, jadi pilihan terbaik adalah tinggal di sini,” kata Syahid.

Warga berharap, penyalurkan bantuan menyentuh mereka untuk meringankan beban selama banjir.
“Kami sangat membutuhkan bantuan untuk bertahan di masa banjir ini,” ungkapnya.
Selain bagian atap yang digunakan sebagai tempat mengungsi, ruangan masjid Syiarul Islam juga didirikan panggung darurat untuk menunjang aktivitas ibadah warga di tengah genangan air.

