Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

OLAHRAGA · 31 Okt 2025 21:34 WIB

Porprov Kalsel XII: Drama Enam Gol, Tim Sepakbola Banjar Ditahan Imbang Tabalong


 Tim Kabupaten Banjar saat berseleberasi usai mencetak gol ke gawang Tim Tabalong, di Lapangan Jorong, Tanah Laut, Jumat (31/10/2025). Foto: istimewa Perbesar

Tim Kabupaten Banjar saat berseleberasi usai mencetak gol ke gawang Tim Tabalong, di Lapangan Jorong, Tanah Laut, Jumat (31/10/2025). Foto: istimewa

Pelaihari, Ricek.ID – Tim sepak bola Kabupaten Banjar harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 3-3 melawan Kabupaten Tabalong dalam laga perdana Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Kalimantan Selatan (Kalsel). Pertandingan yang diwarnai jual beli serangan tersebut digelar di Lapangan Sepakbola Jorong, Tanah Laut, Jumat (31/10/2025).

Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim langsung menerapkan permainan terbuka. Kabupaten Banjar berhasil unggul cepat pada menit ke-4. Namun, keunggulan tim yang dibina ASKAB Banjar ini tidak bertahan lama, sebab Tabalong berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-15.

Skor imbang memicu intensitas serangan Banjar. Fajar dan kawan-kawan berhasil menggandakan keunggulan melalui dua gol beruntun pada menit ke-30 dan ke-35, membuat skor menjadi 3-1 saat turun minum.

Sayangnya, keunggulan dua gol tersebut gagal dipertahankan. Tim Tabalong tampil agresif di babak kedua dan berhasil mencetak dua gol balasan yang menyamakan kedudukan menjadi 3-3, dan skor tersebut bertahan hingga laga usai.

Sekretaris ASKAB Banjar, Supriyadi, menyatakan rasa syukurnya meski timnya harus berbagi poin, namun menekankan perlunya evaluasi.

“Terutama komunikasi antara kiper dan pemain belakang, agar tidak terjadi miskomunikasi seperti tadi yang membuat terjadinya benturan sesama pemain kita,” ujar Supriyadi.

Selain itu, Supriyadi juga menyuarakan dugaan mengenai status pemain lawan. “Tentu kita menduga begitu (pemain luar Kalimantan), karena logat mereka bukan seperti orang Kalimantan Selatan yang biasa berbicara dengan logat Banjar,” katanya.

Menurut Supriyadi, jika dugaan itu benar, hal tersebut sangat disayangkan karena atlet yang bertanding di Porprov seharusnya merupakan warga dengan identitas asli dari Kalimantan Selatan.

Pewarta: Hendra Lianor

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Menpora Serahkan SK Tuan Rumah PON XXII 2028 kepada DKI Jakarta, NTT & NTB

24 Juni 2026 - 17:41 WIB

Dispora Kalsel & Komunitas WEKB Tawarkan Hadiah Umrah, Ribuan Goweser Semangat Taklukkan Jalur Ekstrem Kiram

24 Juni 2026 - 17:29 WIB

Menpora Erick Sebut Mandiri Jogja Marathon 2026 Perkuat Sport Tourism & Pertumbuhan Ekonomi Daerah

21 Juni 2026 - 20:46 WIB

Peringati 80 Tahun Bhayangkara, 53 Tim Sepak Bola Ambil Bagian dalam Kapolres Banjar Cup

20 Juni 2026 - 20:20 WIB

Penguatan Pembinaan Atlet Jangka Panjang, Presiden Prabowo Setuju Skema Pelatnas Multiyears

20 Juni 2026 - 20:16 WIB

Bersama Erick Thohir & John Herdman, Prabowo Bahas Roadmap Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030

20 Juni 2026 - 20:02 WIB

Trending di NASIONAL