Kotabaru, Ricek.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kotabaru mengonfirmasi adanya kendala administratif perbankan dalam penyaluran bantuan pendidikan bagi siswa SD dan SMP. Status rekening yang tidak aktif menjadi penyebab utama belum meratanya pencairan dana ke tangan pelajar.
Perwakilan Bidang Pembinaan SMP Disdikbud Kotabaru, David, mengungkapkan saat ini terdapat sekitar 50.000 rekening siswa yang sedang dalam tahap pemrosesan. Ia menyebut kecepatan pencairan sangat bergantung pada status keaktifan rekening masing-masing siswa.
“Siswa yang sudah menerima bantuan biasanya memiliki Rekening Simpel (Simpanan Pelajar) yang aktif. Namun, banyak ditemukan rekening siswa yang statusnya pasif karena tidak ada transaksi dalam waktu lama,” jelas David.
Rekening yang tidak aktif tersebut memerlukan prosedur aktivasi ulang atau pencetakan buku tabungan baru di bank. David memastikan pihaknya terus berkoordinasi dengan perbankan agar dana bantuan dapat segera masuk ke rekening siswa.
Kepala Disdikbud Kotabaru, Asriady Sulaiman, menegaskan bahwa program beasiswa “Kotabaru Cerdas” ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas.
“Program ini adalah upaya mewujudkan Kotabaru Hebat. Kami sangat berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan siswa, bukan untuk keperluan lain,” ujar Asriady.
Ia juga meminta orang tua dan pihak sekolah bersabar selama proses administrasi berlangsung, sembari menekankan pentingnya kerja sama dalam memantau keaktifan rekening agar kendala serupa tidak terulang.
Melalui percepatan ini, Disdikbud berharap seluruh pelajar penerima manfaat dapat segera mencairkan bantuan untuk mendukung kelancaran kegiatan belajar mengajar di Kabupaten Kotabaru.

