Ricek.ID, Banjar– Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar selama tiga pekan terakhir mulai berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar mencatat adanya peningkatan kasus penyakit di daerah yang terdampak banjir.
Ratusan warga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan, terutama dalam beberapa hari terakhir. Penyakit yang banyak dikeluhkan didominasi infeksi kulit serta gangguan pencernaan akibat paparan air banjir yang tidak higienis.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Widya Wiri Utami menyebutkan, sejumlah penyakit yang paling sering ditemukan di lapangan antara lain kutu air, diare, serta infeksi kulit yang diduga berkaitan dengan paparan air tercemar.
Kondisi lingkungan yang lembap dan terendam air dalam waktu lama menjadi faktor utama meningkatnya kasus penyakit di tengah masyarakat.
“Banjir yang berlangsung cukup lama mulai memicu peningkatan penyakit, terutama infeksi kulit seperti kutu air dan penyakit kulit akibat bakteri. Gejalanya berupa ruam kemerahan hingga luka berair, dan terjadi baik pada anak-anak maupun orang dewasa,” ujar Widya.

Selain infeksi kulit, keterbatasan akses terhadap air bersih juga berkontribusi terhadap meningkatnya kasus diare di wilayah terdampak banjir.
“Sebagian masyarakat terpaksa menggunakan air dengan kualitas yang menurun. Kondisi ini berisiko menimbulkan diare. Kami juga mewaspadai potensi penyakit yang ditularkan melalui air tercemar, termasuk yang berkaitan dengan kencing tikus,” tambahnya.
Adapun wilayah yang tercatat cukup terdampak meliputi Kecamatan Martapura, Martapura Timur, Martapura Barat, serta Kecamatan Sungai Tabuk.
Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan, seperti menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Warga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan terdekat apabila mengalami gejala penyakit, sembari menunggu kondisi banjir surut dan lingkungan kembali aman.

