Martapura, Ricek.ID – Komisi II DPRD Banjar menerima laporan dari Bank Kalsel Cabang Martapura bahwa pihak perusahaan daerah tersebut menjadi peringkat terakhir terkait kinerja dibanding daerah lain di Kalimantan Selatan, terutama dividen yang berkurang dibandingkan tahun lalu.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Banjar Rahmat Saleh mengungkapkan, berdasarkan pemaparan pihak Bank Kalsel, Cabang Martapura yang sebelumnya berada di posisi kedua terbawah kini turun menjadi peringkat terakhir dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan pada 2025.
“Yang sebelumnya menduduki posisi kedua dari bawah, pada 2025 turun menjadi posisi pertama dari bawah,” ujar Rahmat, Rabu (4/2/2026).
Komisi II juga menyoroti penurunan deviden yang diterima Pemerintah Kabupaten Banjar. Pada 2024, deviden yang diperoleh sekitar Rp.5,7 miliar dari total penyertaan saham lebih dari Rp.62 miliar.
“Namun pada 2025, deviden tersebut menurun menjadi sekitar Rp.5,6 miliar atau berkurang sekitar Rp.100 juta,” kata Rahmat, yang didampingi anggotanya, M Ali Syahbana.
Rahmat menambahkan, DPRD menilai masih ada sejumlah data yang belum disampaikan secara rinci oleh pihak bank. Terutama Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2025 tercatat sebesar Rp7 miliar kepada 1.786 pelaku UMKM.
“Kami mempertanyakan berapa pelaku UMKM yang ditolak pengajuan KUR-nya, tetapi pihak Bank Kalsel belum bisa menyampaikan data tersebut secara detail,” tambahnya.
Ia melanjutkan, penyaluran KUR benar-benar harus tepat sasaran. Menurutnya, jangan sampai bantuan kredit justru diberikan kepada pihak yang tidak memiliki usaha, sementara pelaku UMKM yang benar-benar membutuhkan tambahan modal malah ditolak.
“Kami harapkan penyaluran KUR harus tepat sasaran. Itu yang kami tegaskan dalam rapat tadi,” jelasnya.
Maka dari itu, Komisi II berencana kembali menggelar RDP lanjutan dengan Bank Kalsel setelah berkoordinasi dan melakukan pembahasan internal bersama dinas-dinas terkait.
“Tentu akan kami agendakan RDP kembali, namun sebelumnya kami akan melakukan pembahasan dengan dinas terkait,” tuturnya.
Sementara itu, pihak Bank Kalsel yang hadir dalam RDP tersebut memilih tidak memberikan keterangan kepada awak media.
“Kami tidak bisa menjawab pertanyaan media karena yang berwenang hanya Kepala Cabang Bank Kalsel. Kebetulan beliau sedang sakit dan tidak bisa mengikuti rapat,” tutup salah seorang perwakilan bank.
Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

