Upacara 17 Agustus Perayaan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Banjar, ada sebagian pria senja berpakaian cokelat, duduk dalam urutan terdepan, sejajar dengan para pemimpin pemerintahan Kabupaten Banjar.
Ada yang sudah ‘berkaki tiga’, mereka dengan tegap dan gagah berdiri dengan seragam kebanggan berwarna cokelat. Berkilau tanda jasa sejarah bela negara di dada kirinya.
Mereka adalah para Legiun Veteran. Tujuh orang sosok sejarah hidup yang menjadi perwakilan dari total anggota terdata 146 pejuang yang berada di Kabupaten Banjar.
Salah satu dari mereka ada sosok yang berhasil memukul mundur penjajah Indonesia pada zaman dulu.
“Kabupaten Banjar dari sudut pandang saya luar biasa, pembangunan infrastruktur yang sangat berkembang dan tempat kumuh sudah tidak ada,” kata Bernadus Martono, Ketua Legiun Veteran Kabupaten Banjar, Sabtu (17/8/2024) siang.
Dirinya saat ini sudah berusia 71 tahun dengan dulu sebagai mantan prajurit KKO, (sekarang disebut angkatan laut). Bahkan ia merupakan bagian dari perang Seroja di Kalimantan Utara saat Konfrontasi Indonesia-Malaysia pada saat itu.
Ketika ditanya mengenai kesejahteraan hidup seorang veteran di Kabupaten Banjar, nampak mata yang sayu itu berkaca – kaca dan nada yang sebelumnya menjawab dengan semangat kini menjadi terdengar ironi.
“Kesejahteraan (untuk veteran) saat ini masih jauh. Walaupun dulu kami berjuang bukan semata – mata untuk mencari harta melainkan kebebasan. Saat ini hanya bisa kami pasrahkan kepada pemerintah Kabupaten Banjar,” kalutnya.
Ia menuturkan, gaji pensiunan yang ia terima saat ini hanya Rp 1,8 juta. Padahal sekarang merupakan zaman yang serba mahal.
“Betul – betul tidak cukup hanya dengan gaji tersebut. Namun kami syukuri pemerintah tetap memperhatikan kami, tiga puluh satu tahun lebih saya diberikan gaji pensiunan. Tunjangan tiap bulan tidak ada, kegiatan saja yang biasanya dibantu, baik itu akomodasi maupun transportasi,” jelasnya.
Ia dengan segenap hati mengharapkan, agar generasi muda dapat tetap memegang teguh nilai – nilai perjuangan. Karena dia dan seluruh kawanan veteran tau, generasi muda merupakan orang selanjutnya membangun negeri ini lebih baik lagi.
“Semangat 45 harus dimiliki oleh generasi muda, mereka sebagai penerus veteran yang dulu berjuang untuk kemerdekaan yang dapat dinikmati oleh semua masyarakat Indonesia. Khususnya di Kabupaten Banjar,” harapnya.
Sebelum pergi, ia sempatkan untuk mengatakan kepada kami bahwa mereka akan ikut tali asih untuk legiun veteran. Namun ia sangat berterima kasih dan tetap bersyukur walau bagaimanapun kesejahteraan dan nasib kehidupan mereka selanjutnya. Mereka hanya dapat bersyukur dengan apa yang dapat mereka terima.

