Meriahnya Upacara Taptu dan Pawai Obor di Martapura, Kabupaten Banjar, Jumat (16/8/2024) malam. Pemerintah setempat, aparat, ormas, pelajar, dan masyarakat terlibat dalam kemeriahan itu.
Upacara Taptu dipimpin oleh Dandim 1006 Banjar Letkol Kav Zulkifer Sembiring. Rute Pawai Obor dari halaman kantor bupati ke Jalan A Yani menuju Jalan Sultan Adam, Jalan Sukaramai, kemudian melintasi Taman Cahaya Bumi Selamat (CBS), dan berakhir di titik awal halaman kantor bupati.
Seusai pawai obor, sebagian peserta pawai melakukan kegiatan api unggun kecil secara dadakan dari sisa obor hingga aksi unjuk semburan api.
Nampak, peserta yang tersisa dari anggota pramuka ini membentuk sebuah lingkaran agar terus sebagai kesatuan kelompok. Mereka tampak sangat antusias.
“Kami mempersiapkan obor ini sudah dari satu minggu. Beli obor secara patungan agar dapat ikut memeriahkan pawai tahun ini,” kata salah satu peserta dari bagian pramuka regu semut.
Temannya melanjutkan, baginya pawai ini merupakan hal yang unik. Sebab, ia dan kelompoknya baru saja menjadi peserta dalam mempersiapkan kemeriahan kemerdekaan Republik Indonesia.
“Sudah sering lihat pawai obor di sini (Martapura), cuma hanya sebagai penonton. Tahun ini, dalam sudut pandang peserta, merupakan pengalaman yang cukup unik. Tidak semua orang memiliki pengalaman seperti ini,” lanjutnya.
Terkait api unggun yang mereka buat, menurutnya api ini merupakan simbol persatuan dan kebersamaan. Momen yang sayang kalau dilewatkan.
Setelah beberapa saat, terdengar semburan api dari atraksi salah satu peserta. Sontak direspons meriah para peserta dan warga yang menyaksikan. Atraksi sembur api ini pun turut diikuti oleh peserta lainnya.
Di sisi lain, salah satu tim dari marching band pun juga turut menambah kemeriahan. Dalam penampilan musiknya, para anggota lain mempersiapkan panggung dari alat mereka dan disusun sedemikian rupa, agar menjadi tumpuan bagi sang mayoret pembawa tongkat baton, melakukan aksi salto dan mendarat dengan selamat.

