Akademisi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sekaligus Ketua ISNU Kalsel, Dr H Zainal ilmi M.PdI mendorong pemuda lintas agama di Kalsel turut berdakwah mengampanyekan moderasi beragama.
Hal ini ia sampaikan saat jadi narasumber pada Sosialisasi Penguatan Moderasi Beragama di Kalangan Pemuda, yang dilaksanakan Asisten Deputi Karakter Pemuda Kemenpora RI, di Ruang Rapat H Maksid, Kantor Setdaprov Kalsel, Kamis (29/8/2024).
Zainal Ilmi mengatakan, pemuda adalah aset Banua dan bangsa. Pemuda sebagai agen of change, harus siap menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan berbagai tantanganya. Pemuda harus punya imun lahir batin yang kuat untuk menghadapi era discription ini.
“Kewajiban pemuda harus memiliki semangat belajar yang tinggi, melek teknologi dalam transpormasi digital saat ini, tapi tetap harus literasi,” ucap Zainal Ilmu.
Di sisi lain, dan tak kalah penting, kata Zainal, pemuda juga harus mengampanyekan moderasi beragama, yakni menyampaikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kerukunan, menghargai perbedaan, toleransi, anti kekerasan, menghargai value kebangsaan dan menghargai value tradisi budaya bagi generasi Z yang merupakan pemegang estafet kepemimpinan bangsa pada 10 sd 20 tahun kedepan.
“Selain untuk membranding diri, media sosial adalah satu sarana untuk berdakwah, bikin konten- konten moderasi meragama,” kata Zainal.
Menurutnya, jika pemuda memiliki karakter baik, bermoral dan tangguh, maka bangsa ini akan insya Allah akan aman, damai, sejahtera, adil, dan makmur.
“Di tangan pemuda lah bagaimana nantinya masa depan bangsa ini,” pungkasnya.
Kegiatan bertema “Peran Pemuda Kalimantan Selatan dalam Menciptakan Kerukunan Umat Beragama untuk Indonesia Menuju Generasi Emas 2045”, itu dibuka Deputi 1 Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora RI, Prof Dr HM Asrorun Ni’am Sholeh MA.
Dalam sambutannya, Ni’am mengatakan realitas adanya bersuku – suku, berbangsa – bangsa, berbahasa, dan beragama yang beragam itu adalah sunnatullah dan itu diakui sebagai realitas.
“Tetapi kita tidak berhenti kepada melihat realitas saja, bagaimana merespon realitas itu secara benar,” ujar Ni’am.
“Kita punya filosofi Bhinneka Tunggal Ika. Tetapi kalau responnya salah yang terjadi nanti bisa disharmoni,” tegasnya.
Turut hadir Kepala Kanwil Kemenag Kalsel Dr H Muhammad Thamrin, Sekretaris Dispora Kalsel H Fathul Bari, Asdep Karakter Pemuda H Khairil Adha, dan Asdep Kepeloporan Pemuda Muhammad Adsan.
Adapun pesertanya dari Forum Komunikasi Pemuda Lintas Agama atau Forum Pemuda Kerukunan Umat Beragama (FPKUB) di Kalsel.

