Banjarmasin, Ricek.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan melalui UPTD Taman Budaya Kalsel pada tahun 2026 akan melaksanakan program baru Manajemen Talenta Nasional (MTN). Program ini menjadi langkah strategis dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) seni dan budaya di Kalimantan Selatan atau Banua.
Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra melalui Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Suharyanti, mengatakan bahwa program Manajemen Talenta Nasional bertujuan untuk menjaring, memetakan, serta mengembangkan potensi para pelaku seni dan budaya secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
“Manajemen Talenta Nasional merupakan program baru yang mulai kami jalankan pada tahun 2026. Anggarannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dengan nilai sekitar Rp3 miliar. Program ini juga menjadi program baru bagi seluruh Taman Budaya se-Indonesia,” ujar Suharyanti di Banjarmasin, Senin (2/2/2026).
Ia menjelaskan, melalui program MTN, Taman Budaya Kalsel akan memiliki basis data talenta seni dan budaya yang terkelola dengan baik. Data tersebut nantinya menjadi dasar dalam melakukan pembinaan yang lebih tepat sasaran, sesuai dengan kompetensi dan potensi masing-masing individu.
“Manajemen talenta ini tidak hanya berfokus pada aktivitas kesenian semata, tetapi juga pada upaya menyiapkan sumber daya manusia kebudayaan yang unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan. Harapannya, karya para seniman kita juga memiliki nilai ekonomi yang baik,” jelasnya.
Secara teknis, Suharyanti menyebutkan bahwa program MTN akan diawali dengan pendataan ke 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan. Pendataan tersebut menyasar lima kategori kesenian, yakni teater, seni rupa, seni musik, perfilman, serta bahasa dan sastra.
“Setelah proses pendataan, para seniman dari 13 kabupaten/kota akan melalui tahap kurasi dan evaluasi dalam bentuk workshop. Selanjutnya, mereka akan mengikuti program master class untuk pendalaman materi hingga pada tahap penciptaan karya yang nantinya akan dipergelarkan,” ungkapnya.
Menurutnya, kehadiran program Manajemen Talenta Nasional sejalan dengan arah kebijakan nasional di bidang kebudayaan, khususnya dalam penguatan ekosistem seni dan budaya daerah. Dukungan anggaran dari pemerintah pusat diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong kemajuan seni dan budaya di Kalimantan Selatan.
“Kami berharap program ini menjadi wadah pembinaan jangka panjang bagi para pelaku seni dan budaya, sekaligus memperkuat peran Taman Budaya sebagai pusat pengembangan kebudayaan daerah,” tambah Suharyanti.
Dengan dilaksanakannya program Manajemen Talenta Nasional tersebut, UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan optimistis dapat berkontribusi aktif dalam melahirkan talenta-talenta seni budaya Banua yang siap tampil dan bersaing di tingkat nasional. (MC Kalsel)

