Ricek.ID, Martapura– Banjir melanda beberapa wilayah di Kabupaten Banjar termasuk Kelurahan Murung Keraton dan Kampung Jawa Martapura.
Tidak hanya merendam rumah warga, tetapi Banjir juga membuat kebutuhan air bersih menjadi sulit terpenuhi.
Salah satu warga terdampak banjir Nana mengatakan, warga terpaksa cari cara sendiri karena distribusi air bersih terhambat.
“Belum ada bantuan air bersih karena mobil pengangkut air tidak bisa masuk ke pemukiman warga. Jadi kami beli air. Kalau tidak ada, terpaksa minum air sungai,” ujarnya saat ditemui di lokasi banjir Kelurahan Murung Keraton, Kamis 1 Januari 2026.
Ia berharap pemerintah segera menyediakan tandon air di beberapa titik agar warga lebih mudah mendapatkan air bersih.
“Kalau ada tandon air bersih di sini, itu sangat membantu warga,” katanya.
Warga Kampung Jawa, Bukhari menyampaikan hal serupa. Ia menyebut banjir di wilayahnya sering terjadi dan selalu menimbulkan masalah yang sama, terutama sulitnya mendapatkan air bersih untuk minum.
“Kalau untuk mandi dan cuci masih ada. Tapi air bersih untuk minum itu yang susah. Jadi kami pakai air galon,” ungkapnya.
Kesulitan air bersih menjadi salah satu tantangan terbesar bagi warga terdampak banjir. Aktivitas sehari-hari dan pemenuhan kebutuhan dasar mereka terus terganggu.

